Menanggapi hal tersebut, masyarakat perlahan-lahan mulai beralih usaha, yaitu menanam berbagai jenis tanaman dan sayuran dengan polybag, yang diletakkan disekitar rumah masing-masing. Hasil usaha tersebut, memberikan panen yang cukup besar. Banyak masyarakat dari luar, antusias datang ke Kampung Cinyurup, untuk langsung membeli hasil panen, sebab keadaannya masih segar.

Seiring berjalannya waktu, Kampung Cinyurup mulai viral di Kabupaten Pandeglang, sehingga dinas setempat, terutama Dinas Pertanian datang untuk memberikan sumbangan bibit tanaman dan pelatihan mengenai pertanian kepada masyarakat.

Saat memberikan pelatihan, pihak dinas pertanian merasa kaget dengan keberadaan kandang-kandang domba yang berada di belakang rumah tiap warga. Saat dimintai keterangan, ternyata selain menjadi petani, beberapa warga sekitar juga memiliki domba.

Keberadaan domba tersebut sebagai investasi/tabungan, yang sudah dilakukan secara turun-temurun. Pakan domba berasal dari limbah sayuran dan rumput liar yang tumbuh subur sepanjang tahun. Dua menu tersebut sangat mudah didapatkan oleh masyarakat, sehingga menjadi makanan sehari-hari untuk domba.


