
“Dalam film ini kami ingin berbicara bahwa, tradisi dalam budaya bangsa perlu diaktualisasikan dan dimaknai sesuai perkembangan zaman. Kita harus bisa bijak menyikapi tradisi di era globalisasi hari ini. Dengan demikian, itu bisa menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman. Tradisi adalah jatidiri sebuah bangsa,” jelas Eky.

Dalam waktu dekat, Eky menjelaskan bahwa film ini akan ditayangkan di Aula Sjadzli Hasan Lt. 2, Kampus 1 UIN Banten pada Rabu 19 Oktober 2022, pukul 13.30 WIB.
“Sebelumnya, Lapik 94 sudah melakukan pemutaran film di beberapa titik. Seperti di lokasi syuting tepatnya di Kampung Sukapura, Desa Malang Nengah, Kecamatan Cibitung, Pandeglang pada 8 Oktober. Dilanjut pada tanggal 15 Oktober nanti di Pendopo Bupati Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.

Gol A Gong merespon positif pembuatan film dokumenter ini. “Jika bicara UIN Banten, ini tentu kejutan. Biasanya mereka menonjol di teater, Sekarang alumnus UIN Banten mulai beradaptasi dengan teknologi. Mereka mulai menggabungkan teater dan film.”

Secara umum Gol A Gong gembira anak muda Banten mulai bergairah di dunia film. “Serang harus diramaikan dengan karya-karya kreatif anak muda. Jangan hanya dihiasi demo di jalanan saja. Setelah Kremov Pictures, ini kabar menggembirakan. Semoga filmnya bisa diputar di Rumah Dunia. Saya penasaran. Foto-fotonya saat produksi sangat artistik.” *




