Gerimis reda. Peserta bisa berkumpul di lapangan. Kepala Desa ikut bergabung. Para tetua kampung juga. Sungguh diluar dugaan, Safari Literasi ini jadi menggerakkan seluruh elemen masyarakat. esertanya kalau tidak ditutup membludak. Sekarang dibatasi hanya 100 peserta dari lebih 46 komunitas.
Hj Niken yang membuka acara dengan pantun sekaligus meresmikan Sekolah Alam Rinjani.


Ini video kegiatannya:
Hujan mengguyur lagi di sore hari. Saya memberi pelatihan mnulis puisi karena saat beberapa peserta membacakan puisi-puisinya, banyak kesalahan mendasar yang mereka lakukan. Kecenderungan “terbuka” saat menuliskan larik puisinya terasa sekali sehingga masih terang-benderang.

Kataku, “Puisi itu harus menyembunyikan maknanya. Biarkan pembaca menemukannya. Juga larik-lariknya jangan menggunakan percakapan sehari-hari. (*)


