Literasi Keluarga, Mendukung Metamorfosis Anak untuk Meraih Cita-cita

Saya sebagai ayah tentu ingin dia menjadi seseorang yang saya inginkan. Di dalam literasi keluarga tentu saya secara hirarki berada di atas sebagai pemmpin di dalam rumah tangga. Tapi saya tidak boleh otoriter. Saya harus membuka keran dialog. Rasanya tidak adil. Saya harus mengakui, bahwa Jordy sangat menonjol di sekolahnya dalam dunia kreatif. Otak kanannya lebih menonjol. Dia ingin mengembangkan identitas dirinya sendiri, bukan keinginan ayahnya.

Awalnya saya menyiapkan dia sebagai atlet badminton, bahkan sampai saya titipkan disebuah klab badminton. Ketika SMP, di homeschooling. Ternyata di tengah jalan, dia berubah haluan ke film. Dia aktif di Rumah Dunia sebagai relawan. Dia aktif membuat film pendek bersama para relawan Rumah Dunia.Ketika Rumah Dunia terlibat dalam pembuatan film Yuni (Kamila Andini) dan Balada Si Roy (Fajar Nugros), Jordy dengan cepat bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ketika saya dan ibunya melepas ke Pare Kediri dari terminal bus Pakupatan, saya bahagia.

Jordy pernah Juara Harapan 2 Lomba Film Dokumenter “Kreasi Literasi di Masa Pandemi Covid-19 Perpusda Prov Banten. Juga pernah masuk nominasi Festival Film Banten. Dia dengan penuh percaya diri mengembangkan kompetensinya sekaligus mencari jalan untuk mendapatkannya. Dia igin bisa cas-cis-cus bahasa Inggris, maka dia ke kampung Inggris Pare. Dia ingin jadi film maker, maka langsung mendaftar ke Akademi Film Yogyakarta.

Sekarang genap sebulan Jordy di kampung Inggris Pare, Kediri, Juni – Juli 2022. Dia sedang belajar berkomitmen pada tujuan yang sudah dibuatnya. Sebagai ayah yang memiliki pengalaman bekerja di dunia kreatif, saya hanya bisa berdoa. Agustus 2022 nanti langsung ke Yogyakarta memulai perkuliahan di Akademi Film Yogyakarta.

Seperti halnya Kahlil Gibran pernah menulis: anak-anakmu bukanlah milikmu, dia milik masa depan. Sedangkan di Al Qur’an At-Taghabun, 64:15: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” Anak adalah penyejuk jiwa, harta dunia, dan sebagai musuh. Saya sebagai ayah akan berusaha mmahami jiwa anak, agar nak jadi sebagai penyejuk jiwa. Saya harus bersukur kepada Allah karena Jordy menjadi anak yang baik. Dia memiliki motivasi kuat ingin maju seperti kakaknya – Gabriel Firmansyah, yang sejak kelas 5 SD (2012) sekolah di Abu Dhabi dan sekarang kulah di sana.

Ki Hajar Dewantoro pernah mengingatkan kepada kita tentang konsep pendidikan kepada anak-anak kita, yaitu menemani, mendorong, dan menyemangati. Saya rasa itu betul. Ketika Jordy ingin terjun ke film, saya menemaninya, membagikan pengalaman yang saya dapat kepadanya. Saya juga mendorongnya agar maju dengan mengajaknya berdialog dan mennjukkan jalan yang harus ditempuh. Sekarang Jordy sudah jadi mahasiswa Akademi film Yogyakara, saya menyemangatinya bahwa dia mampu melewati perkuliahan dengan baik. Selebihnya saya serahkan kepada segala yang sudah Jordy rencanakan dan Allah SWT yang menentukan.

Literasi keluarga akhirnya bertumpu pada bagaimana orangtua memosisikan anak-anaknya. Apakah atasan dan bawahan atau setara. Kami sepakat setara. Kami sadar, anak-anak tidak minta dilahirkan.

Selamat berjuang, Jordy!

#edisiakhirtahun
#kaledioskop
#anak
#bersyukur
#literasikeluarga

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==