Tak ada pembicaraan yang lebih menarik antara keduanya, selain membicarakan masa depan pendidikan anak-anak. Keduanya sepakat mencari sekolah yang tak banyak hafalan, namun lebih memilih sekolah yang berusaha memaksimalkan potensi yang anak miliki.

Untuk di Serang Cilegon ada beberapa alternatif sekolah alam, tapi masih didominasi oleh fokus hafalan Al Qur’an, dan memberlakukan full day. Istri memberitahu prihal homeschooling yang dijalankan oleh Yori Tanaka. Sayang jauh di Tangerang. Bikin homeschooling sendiri khawatir tidak tertangani dengan baik.

Saya bilang dulu Gol A Gong dengan Rumah Dunianya sempat membuka Jendral Kecil untuk pendidikan tumbuh kembang anak-anak. Sayang sudah bubar.

Memang agak sulit, sekolah-sekolah yang bagus masih disalahpahami. Kayak istri saja, di TPQ yang ia rintis dengan teman-teman Emak-emak kompleks masih harus mengedukasi wali murid saat memberikan materi aktivitas yang berhubungan dengan motorik anak.

Semoga mimpi teman saya Ardian Je untuk mendirikan sekolah alternatif bisa segera terwujud. Agar setiap potensi anak bisa terwujud. *



