Saya menikah dengan Tias pada 1996. Hingga sekarang sudah saya cicil 10 negara; mulai Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Korea, Hong Kong, India, Uni Emirat rab, Qatar, dan Saudi Arabia. Saya baru 20 negara.

Baru 10 negara. Caranya juga backpacking – bertualang. Tidak sekadar datang dan foto-foto tapi setiap jengkalnya kami jelajahi. Seperti di Singapura, saya ajak Tias naik-turun bus kota, MRT, bahkan jalan kaki masuk-keluar gang.

Dari Singapura naik bus kota ke Woodland, menyeberang ke Johor, terus ke Kuala Lumpur. Kami menikmati kulinernya, destinai wisata kotang, angkutan umumnya seperti bus dan MRT.
Masuk Thailand lewat Hat Yai. Kami naik kereta dari Kuala Lumpur ke Hat Yai. Terus ke Bangkok naik pesawat. Di Bangkok naik bus, transportasi air, dan tentu naik bus.
Di Calcutta, India, New Delhi, dan Varanasi meneguk air Ganga. Kami naik kereta ke Agra merasakan berhimpitan dengan orang Inia, mengambil semangat cinta suci Shekh Jehan di Taj Mahal. Terus ke Mumbai.

Banyak hal saya dapatkan dari perjalanan dengan Tias. Saya semakin memahami perempuan, yang pada dasarnya sangat membutuhkn perhatian lelaki, jangan dimarahi, selalu berada di sisinya memberi semangat.

Traveling dengan Tias asik. Tias juga tidak sekadar bersenang-senang saat traveling, tapi juga menulis. Setelah tiba di rumah, Tias menyelesaikan tulisan-tulisan itu dan menerbitkannya jadi buku.
Kamu, bagaimana?
Gol A Gong



Masyaallah terkabul, keren