Saat saya dan Jack Alawi melewati jalur ini naik bus dari pontianak hingga Entikong, ongkosnya sekitar Rp. 150 ribuan. Menginap semalam di pos perbatasan, ada banyak penginapan transit. Sederhana, mirip hotel kelas melati tahun 1980-an. Paginya langsung naik ojek ke pos perbatasan. Jalan kaki juga dekat, sekitar 2 kiloan.

Sungguh indah dan berwibawa pos perbatasan Entikong, lebih bagus dari pos Tebedu, Malaysia. Saya pertama kali melintasi pos ini tahun 1990. Sekarang di era Joko Widodo sebagai Presiden RI 2 periode (2014-2024), pos perbatasan ini disulap lebih modern.

Orang Malaysia tidak akan lagi menganggap rendah kita sebagai bangsa Indonesia. Pos perbatasan memang ibarat wajah utama kita.

Dari pos Tebedu, kami naik taksi seperti ELP. Sekitar 12 penumpang. Ongkos sekitar Rp. 150 ribu. Ada suami-istri asal Bandung yang berobat ke Kuching, ada yang mau cari kerja, ada yang berbisnis. Kebanyakan dari Jawa. Jadi seperti sedang study tour.



