Bapak selalu mengingatkan saya agar “memulai hari dengan sarapan dan tersenyum”. Untuk apa? Ternyata agar saya bisa melewati hari di sekolah dengan sehat dan bergembira.

Saat saya masih remaja dan jadi atlet tingkat daerah, 1978-1982, setelah salat subuh menunya adalah telor mentah, madu, garam, merica, dan susu. Saya aduk karena belum punya mesin blender dengan sedikit air panas. Langsung saya minum: glek!

Halaman: 1 2

