Nasrudin: Ingin Mengabdi pada Dunia Pendidikan

Pada masa kuliah itu, pertemuan saya dengan Nasrudin semakin intens terjadi ketika ia meminta bantuan saya untuk menggarap buku karangannya. Dengan senang hati saya membantunya.

Selepas lulus kuliah, kami memang jarang bertemu. Meski demikian, komunikasi kami terus terjalin lewat facebook dan WA.

Pada 2016, Nasrudin lulus S2 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari beranda facebooknya, saya tahu Nasrudin diamanahi sebagai Kepala Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Insan Cita Serang (ICS), yang berlokasi di Jalan Raya Gunungsari, Kampung Cikundur, Kabupaten Serang-Banten. Mengetahui kabar baik ini saya ikut senang dan menurut saya Nasrudin sosok yang ideal untuk memimpin SMAIT Insan Cita Serang.

Saya tahu sejak SMA Nasrudin bercita-cita menjadi guru. Tapi saat kuliah, mimpinya bergeser sedikit, yaitu ingin menjadi seorang dosen. “Qodarullah, selepas S2, Allah takdirkan jadi guru menagajar di sekolah, kemudian jadi dosen di Fakultas Teknik Untirta Cilegon tahun 2017-2018 dan UNIVAL tahun 2019 hingga sekarang. Jadi, dunia pendidikan sepertinya sudah ada di pikiran saya sejak SMA,” kata Nasrudin saat saya tanya lewat pesan WA, Selasa (19/7/2022).

Suami dari Lela Badriah (28) ini bercerita tentang awal mula ia bisa diamanahi menjadi kepala sekolah. Pada Oktober 2018, saat itu ada pembukaan guru baru di SMAIT ICS melalui informasi pesan WA. Ia mendaftar dengan harapan bisa mengabdi di ICS.

“Alhamdulillah atas izin Allah, tahun pertama masuk ICS sudah diamanahi sebagai kurikulum. Tahun 2019, melalui keputusan yayasan, saya diamanahi kepala sekolah sampai sekarang,” cerita ayah dua anak ini.

Saat diatanya apa perbedan sekolah ICS dengan sekolah lain? Nasrudin menjelas bahwa ICS merupakan sekolah Boarding dengan fokus pendidikan umum dan agama. Empat pilar ICS selain kurikulum kedinasan, juga ada kurikulum pesantren yang disebut 4 pilar ICS, diantaranya adalah Bahasa, Ulumul Syar’i, Tahfidz dan kitab kuning.

Lantas bagaimana pandangan seorang Nasrudin terhadap dunia pendidikan saat ini? Menurutnya, pendidikan Indonesia semakin hari tentu semakin maju, terlepas masih banyaknya ketidak merataan pendidikan di kota dan daerah. Namun, perkembangannya semakin terbarukan.

Kurikulum sebagai rel jalan pendidikan setiap tahun memiliki perubahan. Terbaru adalah IKM atau implementasi kurikulum merdeka. Banyak pro dan kontra, tapi perubahan harus tetap diikuti.

“Perkembangan zaman dan teknologi ternyata bisa mempengaruhi banyak hal dan tidak bisa dipungkiri juga termasuk pola pendidikan. Moderenisasi yang di dalamnya hari ini termasuk digitalisasi pendidikan marak disekitaran kita. Yang utama adalah kita tidak tertinggal dengan kondisi zaman walau terkadang pola pendidikan tidak sesuai keinginan,” pungkasnya. (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==