“Biasanya bisa kita jumpai dari orang-orang yang pendidikan yang rendah, lingkungan yang kurang memadai dan juga pola pikir yang mudah dipengaruhi orang lain,” ungkap perempuan lulusan S2 UIN Jakarta itu.

Erni juga menjelaskan bukunya yang membahas tentang Kontra Ekstrimisme yang ada di Indonesia, ia beranggapan bahwa beberapa kelompok radikal dan ekstrim di beberapa negara termasuk Indonesia merupakan bentuk kegagalan seseorang dalam hidupnya, dan lebih cenderung menafsirkan sesuatu secara tekstual saja
“Banyak orang yang hanya mengamalkan isi dari Al Qur’an, hadis dan kitab suci secara tekstual saja, mengakibatkan ia mudah dipengaruhi,” ungkap Erni

Ia menuturkan dalam menghadapi sesuatu dengan kritis, penuh pertimbangan Agara tidak mudah terbawa arus yang negatif.
Erni juga menceritakan kisahnya saat bertemu langsung dengan pelaku terlibat dalam aksi terorisme. “Saya pernah ketemu salah satu pelaku penusukan pak Wiranto ketika di Pandeglang, dan ternyata pelaku seorang wanita usia 20 tahunan,” terangnya penuh keheranan

Kegiatan diskusi berjalan dengan lancar dan ditutup dengan sesi buka bersama. Terima kasih kepada para donatur, yang sudah mendukung kegiatan ini.


