Dengan kekuatan besar itu, ia bisa memindahkan jiwa manusia dari raganya ke Dunia Uta, sementara raga orang yang mendengarnya tetap berada di dunia nyata dengan kondisi tertidur dan bisa ia manipulasi. Berkat bantuan teknologi denden mushi video, ia bisa menyiarkan konsernya itu ke seluruh dunia.

Usahanya itu pasti akan berhasil jika saja Shanks, “ayahnya”, tidak menghentikannya. Kedatangan Shanks ini menjadi titik awal kegagalan Uta sekaligus momen yang ditunggu-tunggu para penonton. Berkat kedatangannya bersama para anggota Bajak Laut Rambut Merah, dan dibantu dengan kerja sama para tokoh lain, Shanks dan Luffy berhasil mengembalikan jiwa-jiwa manusia ke raganya masing-masing setelah mengalahkan Tot Musica, Raja Iblis yang berasal dari lembaran-lembaran musik terlarang yang telah menyatu dengan tubuh Uta. Tot Musica jugalah sebenarnya dalang hancurnya Kerajaan Elegia di masa lalu.

Yang menjadi catatan saya adalah sehebat dan sekuat itukah Tot Musica sehingga ia harus dikalahkan dua Yonkou (Luffy dan Shanks) yang dibantu dengan para kru Bajak Laut Topi Jerami, Bajak Laut Rambut Merah, beberapa anak Big Mom, Coby dari Angkatan Laut, Blueno dari CP0, Trafalgar Law dan Bartolomeo? Mungkin iya, karena ia bukan manusia. Tapi jika berbicara kekuatan dan efek kehancuran—Tot Musica bisa menghancurkan seluruh Kerajaan Elegia dalam semalam dan hanya menyisakan Uta dan Gorgon si Raja Elegia yang hidup—, pertarungan antara Aokiji dan Akainu pun tak kalah dahsyat: mengubah pulau Punk Hazard menjadi pulau setengah es beku dan setengah magma panas. Belum lagi kekuatan Shirohige yang berasal dari Gura Gura no Mi (Buah Gempa).

Catatan lainnya adalah karena cukup banyak tokoh-tokoh kuat yang dimunculkan dalam film ini, fokus pertarungan menjadi kurang kentara. Saya mafhum, pertarungan ini bukanlah duel satu lawan satu, melainkan duel satu lawan keroyokan, kerja sama. Tapi itu malah menjadi kurang maksimal.
Catatan lainnya adalah, saat menonton ini, saya secara subjektif menjadi semakin kesal dan muak pada Angkata Laut yang selalu mengatasnamakan keadilan tetapi kelakuannya malah mengotori keadilan. Mereka datang ke Pulau Elegia untuk menangkap Uta yang berusaha “menidurkan” seluruh orang di dunia, tetapi malah melukai warga sipil dan tak segan mengorbankan mereka. Sangat memuakkan.

Film ini harus diakui memiliki kepadatan cerita yang likat. Selama hampir dua jam saya tak bisa mengendurkan pandangan dan perhatian. Lagu-lagu dan musik yang disajikan sangat memanjakan telinga, apalagi lagu di akhir film, sangat menyentuh. Namun karena terlalu banyak tokoh kuat yang hadir, bagian pertarungan yang epik kurang ter-explore, meski Luffy sudah mengeluarkan Gear 5 dan Shanks mengayunkan pedangnya.
Bagian paling epik bagi saya adalah saat Shanks melindungi Uta dari incaran Angkatan Laut lalu mengeluarkan Haoshoku no Haki dan membuat para admiral dan seluruh pasukan Angkatan Laut ciut.
Rumah Baca Bojonegara, Selasa, 28 September 2022 00:12



