Di pintu masuk pameran kita disuguhkan peta lama kota Larantuka dan sekitarnya. Sebuah peta dengan nama-nama asli daerah; ada yang asing ada pula yang tak berubah sejak masa lalu.

Seorang suster biarawati bernama suster Osin, yang sedang berkunjung, merasa senang dengan pameran yang dibuat Simpasio, karena hal ini penting untuk generasi muda mengenal sejarahnya.

Selain hal-hal yang berkenaan dengan masa lalu, di sudut ruang pameran juga terdapat beberapa foto yang menggambarkan kondisi sesungguhnya masyarakat, menjadi potret keseharian kehidupan di Larantuka .

Ada banyak hal menarik dari pameran yang di gelar selama dua hari, 22- 23 September 2023 oleh Simpasio Institute. (*)



