Saya sekarang mengubah strategi. Saya mencoba memasukkan nilai-nilai anti korupsi dengan cara rekreatif kepada anak-anak masa depan kita. Saya ajak mereka bermain. Saya ajak mereka untuk selalu ingat, bahwa mengambil sesuatu yang buka milik kita itu adalah mencuri dan pekerjaan hina, pekerjaan yang dilaknat Allah SWT.

Ya, mengurusi orang dewasa untuk urusan korupsi emang rumit dan ruwet. Dberi tahu berkali-kali juga, bahwa korupsi itu haram alias tidak benar, tetap saja ngeyel.
Saya akan terus mengatakan tidak untuk korupsi. Dan saya akan terus mendoakan yang terbaik untuk orang-orang yang menyatakan diri “perang melawan korupsi”. Pesta remisi untuk orang-orang yang melakukan korupsi kemarin itu – memang – membuat kita sakit hati. Tapi apalah daya kita ketika melawan sebuah kekuasaaan dan kekuatan uang?

Kemudian apa yang bisa saya lakukan? Atau kita? Saya hanya bisa mendoakan kepada para koruptor yang mendapatkan remisi, sehingga bebas (bersyarat), agar mensyukuri nikmat ini. Kemudian jangan mengulangi lagi. Hal terpenting lainya: minta maaflah kepada masyarakat! Ya, minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Gol A Gong
aktivis anti korupsi


