Penulis dan Buku: Tulisan Hasil Riset itu Berbahaya

Ketika saya tahu Karl May menulis novel berseri “Old Shaerhand dan Winnetou” dengan setting lokasi Amerika padahal dia belum pernah ke Amerika, saya terkagum-kagum. Kok, bisa? Bagaimana caranya?

Ternyata riset pustaka saat dipenjara. Dalam otobiografinya, Karl May mengungkapkan bahwa ide untuk membuat Winnetou sudah dipikirkannya ketika masih di dalam penjara Osterstein.

Pramoedia Ananta Toer dengan tetralogi pulau Buru juga begitu. Dia riset pustaka saat dibuang ke Pulau Buru karena persoalan ideologi politik yang berbeda dengan penguasa waktu.

Jadi, hati-hati saat ada penulis sedang riset untuk bakal calon novelnya. Saya pun melakukan itu saat menulis novel “Balada Si Roy”. Tidak tanggung-tanggung, risetnya 6 tahun.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==