Peristiwa TKI di CHINA Diisolasi di Natuna Jadi Pemicu Ledakan Ide Menulis Novl Lelaki di Tanah Perawan

Saat itu saya sekeluarga dan relawan Rumah Dunia sudah menetapkan jaga jarak (social distancing) sejak 13 Maret 2020. Saya dan Rudi Rustiadi – relawan, baru pulang dari seminggu di Kubu Raya, Kalimantan Barat, jadi juri “Kubu Raya Tourism Traveler Vlog Festival” dan pelatihan menulis. Bahkan sejak 20 Maret hingga sekarang, tgl 29 Maret 2020, saya mengkarantina diri (lockdown). Semua kegiatan pelatihan saya di beberapa kota dibatalkan. Rumah Dunia juga diliburkan.

Kemudian apa yang saya lakukan? Mengurung diri di ruang kerja, yang kata Hilman Lemri (relawan) ibarat masuk ke sebuah “goa peradaban”. Pekerjaan saya hanya nge-YouTube dan membaca-baca berita tentang Corona, dan meresensi kumcer dan novel karya para penulis muda. Semuanya saya unggah di kanal YouTube saya GolAGong TV.

Kemudian saya membaca para TKI dari China diisolasi di Natuna. Warga Natuna memprotes. Tiba-tiba saja ada “ledakan ide” di kepala saya. Ketika menulis novel keluarga “Pada-Mu Aku Bersimpuh” (Mizan, 2002) – disinetronkan RCTI, pemicunya adalah Elma Theana menemukan bayi di selokan depan rumahnya!

Kepala saya penuh dan meledak. Yang pertama kali terlintas di kepala saya adalah judul novel:

LELAKI DI TANAH PERAWAN

Target saya sebelum lebaran Mei 2020 novel ini selesai! terpenuhi Sehari minimal saya berkomitmen 5 halaman, maksimal tidak terbatas, juga terpenuhi. Target 150-200 halaman 1 spasi tidak ada masaslah. Outline sambil jalan menulis terpenuhi, karena sudah terlanjur meledak di kepala. Bahan-bahannya sudah cukup! Riset saya dengan melakukan traveling bertahun-tahun bermunculan. Kebiasaan membaca saya sehari 1 jam mendorong saya untuk memulai menulis. Ini tidak seberapa dengan riset novel “Balada Si Roy” saja 6 tahun (1981 – 1987) dan saya tulis 6 tahun pula, 1988 – 1994.

Saya mendokumentasikan proses penulisan novel ini, yang sudah saya tulis sejak 20 Maret 2020, supaya teman-teman yang ingin mulai menekuni dunia menulis memiliki semangat. Menulis novel itu harus bekerja keras, bukan melamun. Menulis itu kerja-kerja intelektual, bukan nongkrong di toilet sambil merokok, haahhahah…!

Saya cukupkan dulu sampai di sini. Tetap semangat.

Gol A Gong
Rumah Dunia, Serang 29 Maret 2020

#Novel
#LelakidiTanahPerawan

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==