Perjalanan Mencari Lontar di Flores Timur

Sekitar 6 jam saya menunggu  di Loby Hotel. Setelah melewatkan  dua kali jam makan, selepas maghrib, rombongan  Dr. Zaini Alif sampai  di hotel. Lalu kami membahas  hal kecil berkaitan  dengan apa yang  akan dibawa oleh saya sebagai salah satu seniman residensi  di Komunitas  Hong beberapa  waktu lalu di Bandung untuk Pekan Kebudayaan Nasional.

Dr Zaini  Alif  mengarahkan saya untuk bisa mengeksplorasi anyaman  daun lontar. Dari contoh-contoh anyaman  daun lontar yang ada,  juga ia bawa dari kampung  adat Lewuhala. Memang Lembata dan Flores  Timur  masih banyak memiliki  pohon daun lontar dan anyaman  daun lontar masih sering ditemukan  di kehidupan  sehari-hari, di pasar tradisional , pada upacara adat atau di dapur mama tua di kampung .

Namun generasi  muda khususnya  remaja putri sudah banyak yang  tidak lagi memiliki  keterampilan  seperti  ini.  Hal yang  sangat dikhawatirkan, daun lontar  hilang dalam keseharian  hidup masyarakat Lamaholot di dua rumpun berbeda tapi berdekatan.  (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==