Sekitar 6 jam saya menunggu di Loby Hotel. Setelah melewatkan dua kali jam makan, selepas maghrib, rombongan Dr. Zaini Alif sampai di hotel. Lalu kami membahas hal kecil berkaitan dengan apa yang akan dibawa oleh saya sebagai salah satu seniman residensi di Komunitas Hong beberapa waktu lalu di Bandung untuk Pekan Kebudayaan Nasional.

Dr Zaini Alif mengarahkan saya untuk bisa mengeksplorasi anyaman daun lontar. Dari contoh-contoh anyaman daun lontar yang ada, juga ia bawa dari kampung adat Lewuhala. Memang Lembata dan Flores Timur masih banyak memiliki pohon daun lontar dan anyaman daun lontar masih sering ditemukan di kehidupan sehari-hari, di pasar tradisional , pada upacara adat atau di dapur mama tua di kampung .

Namun generasi muda khususnya remaja putri sudah banyak yang tidak lagi memiliki keterampilan seperti ini. Hal yang sangat dikhawatirkan, daun lontar hilang dalam keseharian hidup masyarakat Lamaholot di dua rumpun berbeda tapi berdekatan. (*)



