Perlintasan Kereta Api Jadi Setting Lokasi Novel

Suatu hari saya menyetir mobil, weekend bersama keluarga. Keempat anak kami ribut saking gembira karena bisa jalan-jalan. Biasanya kami makan di mal dan mampir ke toko buku. Atau ke pantai menghirup udara segar.

Saking ributnya suasana di dalam mobil plus AC yang dingin, saat melintasi rel kereta yang tidak berpintu, saya asik saja. Isteri saya menjerit menunjuk ibu tua yang melambai-lambaikan tanganya. Posisi perlintasan kereta ini persis di belokan Kemang Pusri, sehingga kereta dari arah Rangkasbitung bisa muncul tiba-tiba dengan bunyi klaksonnya.

Saya bernapas lega karena mobil sudah melintasi rel, kiria-kira sepuluh meteran, terdengar bunyi gemuruh kereta di belakang mobil. Ya, Allah! Rupanya si ibu tadi memberi tahu ada kereta mau lewat.

Pasti banyak peristiwa tragis (dan menarik) di perlintasan kereta tanpa plang pintu pengaman. Tapi semenjak Jonan jadi Direktur PT KAI, wajah perkeretaapian Indonesia berubah modern. Termasuk pemasangan plang pengaman.

Lokasi perlintasan kereta api ini bisa kita gunakan sebagai setting waktu dan tempat. Banyak ide menarik bisa kita gali di sini. Dari karaker tokoh saja, kita bisa menggunakan penjaga perlintasan kereta, masinis kereta, dan pengguna jalan. Kita hanya perlu turun ke lokasi untuk mengamati dan mewawancarai.

Setiap hari saya melewati perlintasan kereta itu. Saya pernah menggunakannya untuk latar tempat dan waktu di novel Al Bahri, Balada Si Roy, dan Pada-Mu Aku Bersimpuh.

Silakan dicoba, ya. Pasti bersemangat karena banyak hal baru akan kamu dapatkan di perlintasan kereta.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==