Ya, dari praktik baik literasi baca tulis itu saya bisa mendapatkan manfaat secara ekonomi. Saya bisa menuliskan lagi apa yang sudah saya baca. Saya membuat perusaaan penerbitan, travel, dan kelas menulis.


Ini sejalan dengan revitalisasi perpustakaan yang digelorakan Drs. Muhammad Syarif Bando, MM – Kepala Perpusnas RI, bahwa para pemustaka harus menghasilkan barang dan jasa. Perpustakaan berbasis inklusi sosial menuju literasi kesejahteraan.

Saya merasakannya. Saya mendapatkan manfaat luar biasa dari kebiasaan membaca dan menulis. Ini diluar dugaan saya. Itu sebab tagline saya sebagai Duta Baca Indonesia adalah: Berdaya dengan Buku!

Perlu digarisbawahi, saya membaca untuk bersenang-senang, bukan seperti akademisi yang membaca dan menulis untuk meraih gelar.



