Saya kangen rumah. Bukan sekadar rumah sebagai bangunan, tapi rumah yang hidup, yang memiliki jiwa dimana di dalamnya ada orang-orang yang saya sayangi. Rumah tempat kami tumbuh bersama buku. Rumah yang dianggap asing dan aneh oleh orang-orang. Aku hanya bisa menuangkannya dalam sebuah puisi. Bacalah:


Halaman: 1 2

