Christya Dewi Eka
PUISI PIKSEL MEMORI DI LINTASAN KOTA SERIBU NEON
Christya Dewi Eka
1/Gang Hauber
menuju pasar gang hauber lewat jembatan,
ibu melenggang penuh keyakinan,
mengepal 150 rupiah bau keringat seharian,
ditukar hangat sebungkus coy pan,
hadiah mewah yang aku impikan
Semarang, 31 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
2/Roxy Sebelum Ada Roxy Mas
ada sebuah kotak rahasia bekas kardus tv,
berisi tawa kanak-kanakku,
—tukang buku bekas menggebuk jembalang dengan sapu sihir,
—tukang es campur mengalirkan lava manis bau pandan di gunung es,
—tukang pukis memasukkan keberuntungan dalam pukis segala rasa,
—tukang martabak malabar membanting adonan kulit seolah marah membentuk bumi datar,
—tukang obat kaki lima menawarkan kumis pada si manis tak berkumis,
waktu itu,
rambutku dikuncir dua,
dan ibu begitu remaja
Semarang, 31 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
3/Pasar Frensen
F r e n s e n,
lidahku meliuk melafalkannya,
tempat bersalju di eropa,
aku akan mati beku mendekap sekeranjang tulip,
ternyata,
sejauh kaki,
ibu membeli kulot,
aku menelan mimpi
Semarang, 31 Oktober 2024


Christya Dewi Eka
4/Di Pasar Baru
di pasar baru semua baru,
untukku: baju baru seluas taman bunga,
untuk adik: jaket baru berkantong serimbun padang rumput,
untuk mama: daster baru seterang matahari,
untuk papa: dompet usang penuh bintang keperakan
Semarang, 31 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
5/Di Glodok
glodok serba merah menyala,
lagu cina menggelitik telinga,
bau hio menggila,
babah berkulit porselin menawarkan ramalan,
bagaimana masa depanku:
–lampion naga atau petasan banting?
Semarang, 31 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
6/Di Golden Truly
aku, ibu dan ayah adalah pohon pertama,
adik adalah buah angkasa luar,
kuda-kudaan, kelinci-kelincian, dan mobil-mobilan bergerak sesuai naskahku,
adik lahir tiba-tiba,
golden truly tutup tiba-tiba,
panggungku bubar tiba-tiba,
hingga besar, adik cemburu pada kabut yang kubuat
Semarang, 31 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
7/SD di Jalan Zainur Arifin
sd inpres: tak bercahaya, tak berpintu, tak berjendela,
sd swasta: seragam secerlang hari raya,
aku memilih terang,
sambil belajar menggurat aksara,
ibu menjaga gelap,
sambil mengais emas dari kedalamannya
Semarang, 31 Oktober 2024


Christya Dewi Eka
8/Kontrakan Kampung Duri
satu petak tanah,
diiris jadi bedeng kecil,
diiris lagi jadi kontrakan seukuran kaleng sarden,
tanpa teras,
tanpa dapur,
tanpa kamar mandi,
tapi kami hidup,
hingga hampir kiamat,
ajaib!
Semarang, 16 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
9/Lapangan Gang Tujuh
azan magrib,
permainan petak umpet belum selesai,
anak-anak nyamuk berlomba mencariku,
di got besar pinggir lapangan gang tujuh,
ibu berdentang-dentang seperti sirene ambulans,
“wewe datang!”
aku sembunyi dalam cangkang
Semarang, 31 Oktober 2024

Christya Dewi Eka
10/Ibu, Bunga Abu-abu
ibu, bunga abu-abu di pagi buta,
dadanya sabana belum berjejak,
memikul rumah dengan lengan kurus,
mencium tuhan di lantai dingin,
menggosok hari dengan papan gilasan,
memasak nasib dengan kompor minyak tanah,
mengasuh kijang dan kelinci nakal,
tanpa listrik, tanpa televisi,
tanpa jenuh, tanpa keluh
Semarang, 31 Oktober 2024
*) Sumber Gambar: DALL-E OpenAI

TENTANG PENULIS: Christya Dewi Eka lahir di Jakarta, besar di Bekasi, berdomisili di Semarang, adalah lulusan Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang tahun 2003. Beberapa karyanya dimuat dalam puluhan antologi puisi, media cetak lomba, dan media online, seperti Republika, Klasika Kompas, Suara Merdeka, Radar Pekalongan, Ayo Bandung, Kurung Buka, Lingkar, Clifizine, Balairung Press, dll. Karyanya pernah terpilih sebagai 10 cerita humor favorit Writerpreuner Academy (2021), juara 5 lomba cipta puisi Poiesis Publisher (2021), 6 puisi terbaik lomba cipta puisi Negeri Kertas (2022), 15 puisi favorit lomba cipta puisi Perpustakaan Jakarta PDS HB. Jassin (2022), juara 1 lomba cipta flash fiction SIP Publishing (2022), juara 1 lomba cipta cerpen kesehatan mental Sekacil (2022), nominasi 10 puisi terbaik lomba cipta puisi 1 Abad Chairil Anwar Teroka Indonesiana (2022), juara favorit 4 cipta puisi grup FB Yayasan Hari Puisi Indonesia (2023), 11 cerpen terbaik Jagat Sastra Milenia Sastra Media.com (2023), 3 puisi Palestina terbaik Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang (2023), dll. Email: christyadewieka@gmail.com . Facebook: Christya Dewi Eka . Instagram: @christyadewieka2020 .

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,- dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya. Jika ingin melihat puisi-puisinya yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:



