Puisi Minggu: 5 Puisi Christiaan tentang Luka dan Perjalanan

Christiaan
MELANGUN
Buat Putu Wijaya

luka memang tetap sebagai luka
tetapi cinta yang berduka
tak butuh nasihat

hidup memang makin ganas
tetapi duka mesti ranggas

maka tempuh perjalanan
menabalkan kenangan

jarak ditempuh
bukan untuk sembuh
sebab luka serupa
akan kembali memiuh

tapak, tatap, tetap
jalur ini telah keras oleh ratap

Jambi-Jogja, 2024

Foto: Annie Spratt/Unsplash

Christiaan
TELINGA

Demikianlah telinga mendengar
riwayat sarat kelakar.

Tetapi tiap-tiap lelakon
punya bunyi sendiri-sendiri.

Seperti sunyi yang tertaut
pada nasibku, pada takdirmu.

Ada bisikan yang kau ingin hindari.
Ada dengung yang aku harap mati.

Dan arti selalu setia menunjukkan diri.
Pula memberi jeda buat menepi.

Jogja, 2024

Foto dok. pribadi

Christiaan
SURAT

Buat setangkai pena yang berumah
di sela jemari
Yang fana dan yang abadi
bukan urusan kita

Hanya saja jika aku lupa
berucap terima kasih
Bakar jasadku di saat
tenggelam matahari

Kepada lembayung aku titip salam
Cinta untuk dirayakan sepanjang malam

Medan, 2024

Foto: Felix Bacher/Unsplash

Christiaan
DUA BAIT AWAN DAN SEHAMPAR SAWAH

Dua bait awan berarak
kemerah-merahan
Entah api mana
membakarnya

Seorang lelaki yang luka
termangu dalam pelukan
sehampar sawah yang
sudah menguning sebagian
Tak mengerti bagaimana
harus memikirkan masa depan

Entah kehilangan macam apa
telah membunuh cintanya

Toba, 2024

Foto: Bagaskoro Dwi Prastio/Unsplash

Christiaan
JALAN LAIN BUAT CHAIRIL

aku kira
beginilah nanti jadinya:

tak sedikit pun waktuku
‘kan terbuang
menerka-nerka nasibmu

serupa ilmuwan mencintai
kemungkinan-kemungkinan
pintu ‘ku ketuk satu-satu
sampai terbuka satu

kau tidak ‘kan apa-apa
apa peduliku?

aku tidak ‘kan apa-apa
apa pedulimu?

kisah terpanggang
bahkan rangka
tak bersisa

Medan, 2023

Foto: Annie Spratt/Unsplash

Christiaan
WAKTU, HARU, DAN AKU

Kau akan mencintai siapa saja
untuk melepaskan derita. Tapi,
kau lupa kalau kau juga adalah
bagian dari siapa saja.

Bahkan usaha-usahamu untuk
mencintai dirimu sendiri pun
seakan tak berbalas.

Kau,
pesakitan yang berhenti
menghitung waktu,
haru, dan aku
yang juga merindukan
kebebasanmu.

Medan, 2023.

Foto: Fredrik Ohlander/Unsplash

Christiaan
AKU TAK INGIN MATI DI PANGKUANMU

Aku pergi,
untuk menjelajah diriku sendiri

Semoga dari kejauhan
‘ku temukan kau (lagi)
yang kupeluk dalam mimpi
yang samar di pelupuk mata

O, betapa di hadapan rindu
kita bukan siapa-siapa

Aku tak ingin mati di pangkuanmu
Aku akan hidup selamanya dalam
dekapanmu

Aku pergi,
dan tak ‘ku temukan apa-apa

Aku pulang.

Jogja-Depok, 2024

Foto: Abhijeet Wankhade/Unsplash

TENTANG PENULIS: Christiaan menulis puisi, cerpen, esai, dan ragam bentuk tulisan lainnya. Buku kumpulan puisinya berjudul Dan Saya Lelah dengan Lelucon-lelucon Saya Sendiri membawanya jadi
salah satu penulis muda-pemula yang diundang ke Balige Writers Festival pada tahun 2023 yang lalu. Buku terbarunya berupa kumpulan cerpen berjudul Hidup adalah Keberanian Menghadapi Kenangan, terbit pada awal tahun 2024. Dapat disapa di akun Instagram @tianhth_ atau melalui surel elora101098@gmail.com . No. WA : 0822-7918-1476

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==