Christiaan
MELANGUN
Buat Putu Wijaya
luka memang tetap sebagai luka
tetapi cinta yang berduka
tak butuh nasihat
hidup memang makin ganas
tetapi duka mesti ranggas
maka tempuh perjalanan
menabalkan kenangan
jarak ditempuh
bukan untuk sembuh
sebab luka serupa
akan kembali memiuh
tapak, tatap, tetap
jalur ini telah keras oleh ratap
Jambi-Jogja, 2024


Christiaan
TELINGA
Demikianlah telinga mendengar
riwayat sarat kelakar.
Tetapi tiap-tiap lelakon
punya bunyi sendiri-sendiri.
Seperti sunyi yang tertaut
pada nasibku, pada takdirmu.
Ada bisikan yang kau ingin hindari.
Ada dengung yang aku harap mati.
Dan arti selalu setia menunjukkan diri.
Pula memberi jeda buat menepi.
Jogja, 2024


Christiaan
SURAT
Buat setangkai pena yang berumah
di sela jemari
Yang fana dan yang abadi
bukan urusan kita
Hanya saja jika aku lupa
berucap terima kasih
Bakar jasadku di saat
tenggelam matahari
Kepada lembayung aku titip salam
Cinta untuk dirayakan sepanjang malam
Medan, 2024


Christiaan
DUA BAIT AWAN DAN SEHAMPAR SAWAH
Dua bait awan berarak
kemerah-merahan
Entah api mana
membakarnya
Seorang lelaki yang luka
termangu dalam pelukan
sehampar sawah yang
sudah menguning sebagian
Tak mengerti bagaimana
harus memikirkan masa depan
Entah kehilangan macam apa
telah membunuh cintanya
Toba, 2024


Christiaan
JALAN LAIN BUAT CHAIRIL
aku kira
beginilah nanti jadinya:
tak sedikit pun waktuku
‘kan terbuang
menerka-nerka nasibmu
serupa ilmuwan mencintai
kemungkinan-kemungkinan
pintu ‘ku ketuk satu-satu
sampai terbuka satu
kau tidak ‘kan apa-apa
apa peduliku?
aku tidak ‘kan apa-apa
apa pedulimu?
kisah terpanggang
bahkan rangka
tak bersisa
Medan, 2023


Christiaan
WAKTU, HARU, DAN AKU
Kau akan mencintai siapa saja
untuk melepaskan derita. Tapi,
kau lupa kalau kau juga adalah
bagian dari siapa saja.
Bahkan usaha-usahamu untuk
mencintai dirimu sendiri pun
seakan tak berbalas.
Kau,
pesakitan yang berhenti
menghitung waktu,
haru, dan aku
yang juga merindukan
kebebasanmu.
Medan, 2023.


Christiaan
AKU TAK INGIN MATI DI PANGKUANMU
Aku pergi,
untuk menjelajah diriku sendiri
Semoga dari kejauhan
‘ku temukan kau (lagi)
yang kupeluk dalam mimpi
yang samar di pelupuk mata
O, betapa di hadapan rindu
kita bukan siapa-siapa
Aku tak ingin mati di pangkuanmu
Aku akan hidup selamanya dalam
dekapanmu
Aku pergi,
dan tak ‘ku temukan apa-apa
Aku pulang.
Jogja-Depok, 2024


TENTANG PENULIS: Christiaan menulis puisi, cerpen, esai, dan ragam bentuk tulisan lainnya. Buku kumpulan puisinya berjudul Dan Saya Lelah dengan Lelucon-lelucon Saya Sendiri membawanya jadi
salah satu penulis muda-pemula yang diundang ke Balige Writers Festival pada tahun 2023 yang lalu. Buku terbarunya berupa kumpulan cerpen berjudul Hidup adalah Keberanian Menghadapi Kenangan, terbit pada awal tahun 2024. Dapat disapa di akun Instagram @tianhth_ atau melalui surel elora101098@gmail.com . No. WA : 0822-7918-1476

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,-. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.


