Muhammad Gibrant Aryoseno
Halaman Persembahan
Terima kasih kepada ibu saya
yang sudah menetaskan saya
ke panggung sandiwara
memperbolehkan saya
menjadi penulis naskah drama
untuk merajut hati para bangsawan
yang mencoba gantung diri di ruang dansa
dan menggubah ulang lidah mereka
agar berhenti meratapi keabadian
yang tumbuh subur di jalanan kota.
Indonesia 2024


Muhammad Gibrant Aryoseno
Jenis Penelitian
di dangkal daratan
kapal berlabuh
dan bergerak saja
di atas sana
permukaan air saja
tak bisa mengurai langit
tak bisa mengurai laut
di dalam samudra
pesawat terbang dimakamkan
dan menggelembung
setiap biru langit
yang terlampir
di sayap-sayapnya
menuju permukaan
dan mengarang
setiap cerita daratan
yang tercetak
pada penumpang-
penumpangnya
menuju permukaan
dan tersebar
setiap rahasia laut
yang digendong
awan-awan gelap
dan hujan
membawa berita
tentang keluasan
dan keteguhan hati lautan
kepada seluruh Bumi
Indonesia 2024


Muhammad Gibrant Aryoseno
Tinjauan Lengkap Manusia dan Kata dan Suara dan Setiap Hal yang Berdiri dan Berjalan Sendiri di Atas Bumi
1.
Manusia meleburkan diri
pada mata pancing
bermacam-macam.
Mereka melarung diri pada dunia
berharap mendapat harta paling mulia
di tengah persaingan lahan judi:
petak-petak lautan yang anarki diisi sekoci
yang setiap dari mereka mencari
pernak-pernik abadi untuk mempercantik fana diri.
Dulu semuanya cuma-cuma,
kini semuanya soal dana.
Ada yang subur di gedung-gedung bertingkat.
Ada yang melompat di kepala ombak-ombak.
Ada yang menyelam di gelap-gelap malam.
Ada yang membusuk di lahan bunga-bunga.
Ada yang berdarah di medan pertempuran.
Ada yang menyampaikan wahyu dengan membetulkan sayap patah.
Ada yang dihormati dengan mengenakan mahkota.
Ada yang layu di tengah-tengah dalam dan luar cermin.
Ada yang populer sebagai pementas drama-drama.
Ada yang mati di dalam mimpi dan sepi.
Ada yang jatuh cinta pada hati-hati.
Ada yang hidup pada ambigu hari-hari.
Ada yang anti dengan suara, ia yang bergerak dengan pena.
Ada yang anti dengan kata, ia yang bergerak dengan cat warna.
2.
Kau tenggelam di samudra kata.
Gelap menarik kakimu,
sunyi melingkupi batinmu,
dan sendiri membersamaimu.
Kau melihat awan-awan bergumam
tentang batu berharga yang jatuh redam,
tapi kau tahu betul di bawah permukaan
kau takkan terkena sengatan.
Ikan-ikan bernapas di sekitarmu.
Gelembung-gelembung udara membawamu naik—
pecah—dan kau merasa ada sediakala.
Kau tidak menumbuhkan dengki di kebun hati
sebab kau tahu betul awan-awan itu
gundah tanpa arah di tengah arus angin,
sementara masih kauingat arus airmu sendiri:
tinggal kaucari daratan,
pergi kau meninggalkan lautan,
berpelukan dengan sungai,
berhadapan dengan batuan, rongsok, dan kotoran,
dan sampai di sumber mata air.
Kau tiba pada batu-batu sepersekutuanmu:
batu-batu murni
yang dipoles mimpi
dan keyakinan teguh
jalan sendiri.
Bukan dengan matalangit yang dibutakan matahari,
kau melihat dengan matakausendiri:
manusia-manusia yang hidup
serta bunga-bunga yang mekar
dari air yang meliuk
lewat celah tubuhmu.
3.
Kalau sunyi adalah minuman keras,
marilah kita mabuk bersama-sama.
Sampai tengah malam—suara
perlahan menghilang, diganti lampu yang bicara.
Lampu yang berpijar sendirian saja,
menyorot cahayanya menggorok bunyi—
membisukan kita semua: lantas berpandang-pandang,
tersedan, dan sebagian dari kita tak tahan;
berteriak lalu bagas waras, mati kemudian.
Kalau sunyi adalah minuman keras,
tolong jangan tutup bar-bar yang menjualnya.
Kami ini, para kafir yang fakir ketenangan,
tak percaya eksistensi suara.
Lihatlah mereka yang percaya pada suara: tuli dan bisu.
Tuhan mereka terlalu cerewet,
dan pada akhirnya lorong telinga mereka gelisah:
berhamburan kata-kata, bertabrakan diri mereka,
dan menghilang begitu saja
bersama suara-suara fana.
Kami ini, para kafir yang fakir ketenangan,
tahu betul kiat-kiat bercengkerama
tanpa perlu obral-obral suara.
Cukup buka mulut A saja,
sebotol sunyi sudah paham:
waktunya mabuk kembali,
gila kembali, tenang kembali—
waktunya hidup.
4.
Di atas bumi
puisi-puisi dan lukisan-lukisan
hidup tenteram.
Mereka dibacakan
dan dipajang
dengan penuh kasih
dan perhatian.
Mereka menjelmakan pencipta mereka
‘tuk selamanya hidup di dalam karya.
Dan dari setiap manusia yang berkelahi
dengan kata dan suara: jamah mereka! abadikan diri kalian!
Sebab jarang ada orang yang paham betul
konsep-konsep dasar keabadian
—Sungguh, kita sendiri ini adalah orang-orang yang beruntung.
Sebaik-baik bunuh diri
di dunia anarki
adalah menepi
mengenali diri
mengenyam seni
menjelma abadi.
Indonesia 2024


Muhammad Gibrant Aryoseno
Ruang Lingkup Penelitian
Lain halnya engkau, cantik,
yang menggurui bumi dan mengenyahkan sepi,
daku hanya seorang durjana yang darinya
lahir kata-kata tiada makna.
Lain halnya engkau, cantik,
yang senantiasa merapalkan senyap
agar ia menjadi rasa abadi,
daku hanya seorang durjana yang darinya
senyap dilecehkan dan dibutakan,
lalu dibuatnya bagai cemeti
untuk sadar—melukai diri sendiri.
Indonesia 2024


Muhammad Gibrant Aryoseno
Daftar Pustaka
Daftar pustakaku adalah buku-buku ilmu
yang menjembatani kata-kata kepada induknya.
Daftar pustakaku adalah ibu yang oleh Tuhan
dipesankan tanah surga di telapak kakinya.
Daftar pustakaku adalah ayah yang jam tangannya
ringkih terkikis deras keringat dan air hujan.
Daftar pustakaku adalah teman yang tidak pandai
berbohong dan selalu suka berbagi cerita.
Daftar pustakaku adalah dinding dan kamar kecil
yang dari sana muncul ide-ide cemerlang.
Daftar pustakaku adalah kamu
yang bertengger di ranting jiwaku,
menumbuhkan denting ide di kepalaku.
Daftar pustakaku adalah aku,
aku, dan diriku.
Indonesia 2024


TENTANG PENULIS: Muhammad Gibrant Aryoseno, lahir di Kulon Progo, DIY. Biasa menulis novel, cerpen, dan puisi. Karya-karyanya dapat dijumpai di beberapa media daring, seperti bacapetra.co, basabasi.co, kolonian.is, termasuk di laman Instagram-nya (@gibrantha). Novelnya “Machine with a Heart” adalah pemenang Wattys Indonesia 2022 kategori fiksi ilmiah.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,- dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya. Jika ingin melihat puisi-puisinya yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:

nmnmmn

