Faris Al Faisal
KUBURAN MASAL
Tubuh-tubuh rebah di jalanan
Jejeran peti-peti mati
Pemandangan maut dan kematian tercecer
Sebuah gerbang terbuka
—kuburan masal, amsal bagi dukacita
Deru ekskavator dan buldoser
Memendam kengerian
Meratakan segala macam pertanyaan
2024


Faris Al Faisal
OBITUARI
R I P
Sesudahnya, dikabarkan dengan duka
Ia telah pergi pagi ini
Bahagia seperti keinginannya:
- Dalam keimanan
- Dalam kebaikan
- Dalam ketenangan
Segala kedamaian dilimpahkan
Amin
2024


Faris Al Faisal
ALIT
Sebundar bulan, sebundar aspirin.
Yang memperlihatkan cahaya, redakan sakit.
Yang alit.
Bersama penjagaan, peristirahatan.
Hampir saja ia terlupa,
ke masa lalu.
Sehabis kelelahan, tubuhnya bongkok
dan jongkok.
Rambat mawar yang melemah,
hilang merah.
Inilah saat melihat lagi, menengok lagi.
Tempat bersa(n)dar,
dengan kehati-hatian.
2024


Faris Al Faisal
PERKAKAS
Sekarang pekerjaanku menumpuk
Di antara tulang dan urat
Selama dua puluh tahun, setiap hari melewatinya
Perkakas dan alat,
memperlihatkan kerja
Tapi aku tahu
Tangga yang berterusan naik
membuat rambat
melambat
Sungguh payah
Hidupku, tanggunganku
Semua pun akan begitu
Dan tetaplah bahagia
2024


Faris Al Faisal
AMUK
Amuk
meneguk segala
duka
Menjadi arus
menyeret
perahu yang berlayar
di matamu
ke tengah samudra
palka pecah
tumpah air mata
Dunia tergenang
membuat garis
daging terkoyak
elang-elang
di meja
menunggu
pesta kesedihan
Seandainya laut
tetap biru
seperti lengkung pagi
Amuk, meneguk segala duka
2024


Faris Al Faisal
MENJADI
Segalanya menjadi
Malam maut
tanpa tahu
apakah masih ada esok hari
yang menjemputku
di bawah payung murung
Kau? Kerlip bintang di kejauhan
bulu mata
adalah penghalang
pandangan
yang menyempit
Kesedihan mungkin masih mengapung
lautan gemuruh
menenggelamkan puisi
angin, pasir, hujan
komposisi pisau yang melukai
Maka semakin menjadi
2024

*) Foto-foto/Ilustrasi diambil dari istockphoto.com.



TENTANG PENULIS: Faris Al Faisal, penyair. Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Indramayu dan Ketua Lembaga Basa lan Sastra Dermayu.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com. Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000,- dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya. Jika igin melihat puisi-puisinya yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:


