Gerimis di jalanan menjadi hujan
terpisah oleh kaca
Katamu, “Kita eja bersama-sama
bukalah halaman pertama
: bicara lautan ilmu.”
Sekarang, buka halaman kedua
rindu kita selalu bergelora
Katamu, “Simpan saja rindu,
biarkan abadi di hati.”
Halaman ketiga, tak terasa
kita membacanya hingga pagi
Katamu, “Aku pemimpi!”


