Saya berhasil menulis 4 episode awal serial Balada Si Roy pada bulan Oktober 1987. Keempat pisode itu langsung saya bawa ke redaksi majalah HAI di Palmrah Selatan, Jakarta. Saya tidak kaget ketika Mbak Retno meminta saya menulis 1 episode. Pada 8 Maret 1988, episode ‘Balada Si Roy: Joe”dimuat di majalah HAI.


Alhamdulillah, saya berhasil mengembalikan uang pinjaman untuk membeli mesin tik seharga Rp. 150.000,- kepada Bapak.

“Bapak terima uangnya. Bapak sekarang yakin bahwa pilihan hidupmu sebagai penulis adalah betul. Bapak dan Emak merestui. Ini, ambil uangnya. Untuk bekal di Jakarta,” Bapak menyerahkan uang itu kembali kepada saya.

Saya jadi kangen Bapak.


