Retjeh: Kumpulan Fiksi Mini Karya Wishnu Giar

Fiksi mini atau flash fiction dipopulerkan oleh Eka Kurniawan, Agus Noor, dan Clara Ng sekitar 2012 untuk kebutuhan cuitan di Twitter, hanya 140 kata.

Bagi saya fiksi mini disesuaikan kebutuhan media sosial. Saya membatasinya hinga 400 – 500 karakter dengan tetap berpegang teguh pada 3 kesepakatan tadi, yaitu 1 peristiwa, 1 lokasi, dan endingnya plot twist alias tidak diduga. Saya tidak sanggup menulis fiksi mini (flash fiction) untuk kebutuhan Twitter karena akan mengabaikan unsur intrinsik dalam karya fiksi. Tapi untuk bersenang-senang melatih munculnya ide-ide segar, menulis fiksi mini di twitter sangat bagus.

Fiksi mini itu ibaratya 1 alurcerita padahal kita menyembunyikan alur bayangan. Kita menduga si A akan menerima cinta si B, padahal alur ayangannya si A sedang menjalin kasih dengan si C, yang ternyata pembaca terkejut karena si C sesama jenis dengan si A.

Dalam buku Retjeh yang rata-rata 1 cerita 3 hingga 5 halaman masih perlu dikuatkan dalam 3 kesepakatan dasar itu. Cara menulisnya masih dengan cara telling (menceritakan) belum showing (menunjukkan). Saya juga sering melakukan kesalahan itu.

Misalnya dalam fiksi mini berjudul Cukup Sampai di Sini:

Jika membandingkan dengan Manajer-manajer lainnya, Pak Wiji memang tak sepadan, ia orang yang sangat sederhana dan rendah hati, banyak fasilitas kantor yang enggan ia gunakan.

Di sini Wishnu menceritakan kepada pembaca bahwa tokoh Pak Wiji itu rendah hati, jujur, dan amanah. Teknik menulisnya telling atau memberi tahu. Biasanya pembaca lebih suka berimajinasi menentukan karakter okohnya sendiri.

Saya akan mencoba menulis ulang paragraf itu dengan teknik showing:

“Pak Wishnu, mobil dinasya tidak dipakai?” Susi – sekretaris perusahaan mengingatkan.

“Nggak apa-apa. Naik MRT saja. Tinggal menyeberang jalan ke stasiun. Lebih cepat, terhindar macet dan busa bertemu banyak orang. Siapa tahu bertemu dengan teman masa kecil dulu,” Pak Wiji tersenyum dan keluar kantor.

Begitulah, teknik menulis harus terus kita pelajari. Kadang penulis tidak sadar dengan pembacanya yang juga butuh sesuatu untuk bahan-bahan petualangannya. Kita sebagai penulis harus berupaya memberi ruang itu kepada pembacanya.

Sebagai sebuah buku, tentu enak dibaca di sore hari dengan segelas kopi panas dan pisang goreng. Banyak pesan atau tausyiah buat pembaca. Hal penting dalam sebuah karya adalah pesan yang bisa mencerahkan kepada pembacanya.

Saya mengucapkan selamat kepada Wishnu Giar yang berlatar belakang wartawan. Wishnu berdomisili di Kalimantan Timurdan sudah banyak menulis. Setiap ada orang yang menerbitkan buku, mari kita merayakannya dengan gembira. Setelah membacanya, kita menuliskannya.

Saya sendiri terus belajar memperbaiki teknik menulisnya. Sekarang saya sedang menyiapkan 50 cerpen pilihan yang akan diterbitkan oleh SIP Publishing juga. Hingga sekarang baru terkumpul 20 cerpen. Tidak bersisi fiksi mini semuanya, tapi ada juga cerpen-cerpen standar yang banyak dimuat di cerpen koran Minggu.

Ditunggu buku berikutnya. Mohon maaf kalau ada salah kata.

Gol A Gong

Judul buku: Retjeh, Antologi Fiksi mini
Penulis: Wishnu Giar
Penerbit: SIP Publishing,
Cetakan: September 2021
Tebal: 98 halaman

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

  1. Terima kasih Uncle Gong, ini pembelajaran yang sangat luar biasa, saya semakin bersemangat untuk menulis lebih banyak dan lebih baik lagi.

  2. Hmmm … menarik!
    Fiksimini, yang saya juga sering banget bikin, lebih singkat lagi. Biasanya tak lebih dari 20-25 kata. Strukturnya sama; judul dan isi (tokoh, peristiwa, alur, dan twist).

    Lain halnya dengan flash fiction, bentuk fiksimini lebih panjang, antara 200-300 kata, dengan struktur yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==