Ibu-ibu anak-anak di foto ini mungkin kenyang dengan “keanehan” yang kuajarkan dulu. Hahaha. Saat itu aku masih kuat menangani kegiatan sendirian. Waktu dan tenagaku yang baru punya anak dua masih bisa diandalkan. Aku benar-benar memaksimalkan tenaga dan ide-ide. Untuk beberapa hal tentu aku membutuhkan bantuan relawan.

Berbeda dengan sekarang, aku harus mengatur waktu dan tenaga jika tidak ingin kecapekan. Hahaha. Jadi materi kegiatan juga menyesuaikan kemampuanku. Para relawan masih suka kutodong bantuan mendadak. Mungkin sekarang ini mereka juga melihat aku yang suka punya ide “aneh-aneh” sebagaimana Mas Gong dulu bilang. Hahaha.
Pada sebuah kesempatan bertemu dengan banyak orang, ketika ditanya pendapat mengenai pentingnya buku fisik, aku jawab bahwa buku fisik tetaplah penting. Bahkan bukan hanya membaca, tapi membuat buku secara fisik, itu sebuah kepentingan besar. Aku bilang bahwa salah satu alasanku mendampingi anak-anak ini adalah membayar utang.

Ini salah satu caraku mengembalikan waktu-waktu yang hilang bersama anak-anakku saat gadget merebut perhatian mereka. Aku yang saat itu mungkin kelelahan dan tak sanggup duel dengan teknologi, memilih “membiarkan” anak-anakku lebih akrab dengan gadget daripada buku. Meski sebenarnya ada juga saat mereka membaca buku fisik, tapi tidak sebanyak kakak-kakaknya. Meskipun juga saat kuliah mereka masih banyak interaksi dengan buku secara fisik.

Namun, aku mencoba tetap membayar kelengahan masa lalu dengan cara yang hampir setiap sore kulakukan. Meskipun yang kuhadapi adalah anak-anak orang lain. Dengan menjaga nyala kegiatan yang “itu-itu saja”, aku berharap setiap kata yang mereka tulis, buku yang mereka baca, tarikan gambar yang mereka buat, serta penjelasan yang mereka berikan setiap review, akan melatih keterampilan berbahasa sejak dini.

Aku bersyukur dari dulu nggak peduli apa kata orang yang judes lidahnya. Apa pun kata orang, selama jalan yang kutempuh di Rumah Dunia masih baik dan hubby mengizinkan, insyaallah aku teruskan.
Ternyata panjang juga bagian ketiga ini. Hahaha. 😂 Terima kasih sudah membaca. 🙏
Sehat-sehat semuanya! 🫶

