Rabu, 6 April 2022 Diskusi Literasi bersama pustakawan sekolah, dan pegiat literasi, kami meluncur ke Kantor Bupati TTS. Tpi kami harus menunggu lama. ADa salah komunikasi. Bayangkan, kami keluar dari hotel sekitar pukul 08:00, Bupati baru bisa menemui kami pukul 12:00.

Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun di kantor Bupati Timor Tengah Selatan kembali menyelempangkan kain khas TTS ke saya, Rudi, Daniel, dan Taufik. Diskusinya nomatif saja, karena dikejar waktu. Kami harus ke SMAN 1 Soe yang sudah protes.

Saya sempat mewawancarai beberapa Kepala Sekolah SD dan SMP. Mereka rata-rata mengeluhkan kolesi buku yang tidakvariatif. Dana BOS fokusnya ke buku-buku mata pelajaran.

Kami puasa. Mereka makan siang, kami salat di masjid. Kampanye membaca di SMAN 1 Soe berlangsung sekitar pukul 14:00 WITA. Mereka tampak pasrah. Mereka sudah menunggu sejak pukul 10:00. Tapi tetap ada penyambutan dengan tarian selamat datang dan Kepala Sekolah menyelempangkan selendang.

Saya masih sempat mendokumentasikan perpustakaan sekolah. Lsfi-lagi koleksi bukunya kurang variatif. Saya memberi kado beberapa buku. Polikarpus Do – Ketua Forum TBM NTT menyerahkan satu dus buku dari program “Sejuta Buku Untuk NTT”.


