Hal itu dimulai Gol A Gong sejak kecil. Saat setelah tangannya diamputasi pada kelas 4 sekolah dasar. Sejak saat itu ia diminta untuk melakukan 3 hal; berolahraga, membaca, dan mendengarkan dongeng. Ia mengaku saat remaja ia bisa membaca 1 buku 1 hari. Menurutnya barangkali karena itulah Perpustakaan Nasional menunjuknya sebagai Duta Baca Indonesia menggantikan Najwa Shihab.

Ketua Sekolah Tinggi Teologi Baptis Papua, Yohanes Kamba menyambut baik kedatangan Duta Baca Indonesia di Papua, khususnya di Sekolah Tinggi Teologi Papua. Ia berharap pengalaman-pengalaman yang sampaikan Duta Baca Indonesia kepada para mahasiswa dapat menjadi motivasi dan inspirasi untuk melakukan hal-hal yang positif.

Hanny Felle, Ketua Rumah Baca Yoboi pada kesempatan ini bercerita tentang pengalamannya berkunjung ke Rumah Dunia. Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar belajar dengan baik. Sebab masa depan Papua ada di pundak anak-anak muda seperti mereka, ungkap Hanny. Ia juga mengajak para mahasiswa untuk datang ke Rumah Baca Yoboi yang dikelolanya untuk pengabidan ke masyarakat.

Pada kesempatan itu Duta Baca Indonesia juga membagi-bagikan buku sebagai doorprize kepada mahasiswa yang berani bertanya atau menjawab. Ia juga menyumbangkan 2 buku karyanya untuk Sekolah Tinggi Teologi Baptis Papua.

Selama berkegiatan di Papua, Duta Baca Indonesia ditemani oleh Athus Worumi, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Papua. Ia menghimbau kepada para mahasiswa untuk banyak mengakses buku-buku di perpustakaan, baik cetak maupun buku online. (*)




