Paman Gong kemudian bercerita tentang tangannya yang harus diamputasi saat kecil. Di sela-sela bercerita Paman Gong membagi-bagikan hadiah dari celemek ajaibnya, kepada anak-anak yang berani maju, atau bisa menjawab tebak-tebakan dari Paman Gong. Saat mendongeng Paman Gong ditemani oleh Mirfyani Mirsal atau Kak Yani dari Rumah Dongeng Sinjai, yang juga ketua Forum TBM Kabupaten Sinjai.

Setelah mendongeng Paman Gong kemudian membagi-bagikan hadiah, berupa permen dan coklat. Anak-anak antre berbaris mengambil hadiahnya langsung dari celemek ajaib Paman Gong. Mereka terlihat senang dan langsung memakan hadiah yang mereka pilih sendiri.

Sementara itu Deska Triati, kepala Sekolah TK Thoriqul Jannah mengaku senang dengan kehadiran Paman Gong di sekolahnya. Ia berharap anak-anak bahagia dan dapat menyerap dengan baik pesan-pesan yang disampaikan Paman Gong lewat dongengnya. Ia juga mengatakan dapat informasi baru mengenai media belajar anak saat Paman Gong menyampaikan aplikasi Sekolah Enuma Bahasa Indonesia.

Hal lain disampaikan Kak Yani, ia justru mengaku sudah mengetahui info aplikasi Sekolah Enuma Bahasa Indonesia melalui media sosial. “Saya lihat dari medsos Mbak Tias Tatanka (istri Paman Gong-Red). Saya sudah coba, dan mainkan bersama anak. Aplikasinya bagus buat belajar,” ungkap Kak Yani. *




