Safari Literasi Sumatera #12: Dua Dosen Unpari Lubuklinggau Bedah Buku Apakah Negara?

Rusmana Dewi atau yang memiliki nama pena RD Kedum mengatakan, buku Apakah Negara? telah menyeret realita kehidupan itu lewat puisi-puisi Toto yang imajinatif.

“Mengapa saya katakan imajinatif? Bagaimana tidak,  berbagai persoalan dalam kehidupan (bernegara) dengan jeli dikulik-kuliknya, lalu diekspresikannya menjadi deretan kata, mengupas isi sebuah negara dengan berbagai persoalannya dari sisi kacamata yang tajam dan  tembus pandang,” kata RD Kedum di hadapan puluhan mahasiswa Unpari, Kamis (24/11/2022).

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu melanjutkan bahwan saat ini tidak banyak penulis puisi yang konsisten menulis puisi menjadi kumpulan buku yang berangkat dari persoalan-persoalan kehidupan dalam negara.

“Puisi-puisi Apkah Negara? kadang kerap memamerkan kejelekan, mempertontonkan ambisi tanpa rasa malu. Bersembunyi di balik ambisi meski menebarkan  bau busuk aroma bangkai. Inilah nampaknya menjadi dasar pemikiran buku puisi ini,” ujar lulusan lulus S3 Universitas Negeri Jakarta ini.

Sementara itu, Yohana Satinem, lebih menyoroti buku puisi Apakah Negara? dari sudut pandang semiotik. Ia mengakui baru membahas satu puisi yang berjudul Sajak Orang Kotor. “Temuan semiotik dari diksi aku pada puisi Sajak Orang Kotor, merupakan tanda yang menandai orang yang menulis puisi (petanda). Beberapa simbol dapat ditemukan pada puisi Sajak Orang Kotor, terdapat pada frasa ‘seperti bunglon aku bisa merayu apa saja’, dan juga ‘seperti tikus, aku bisa menyelinap ke mana saja’,” ujar Yohana.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==