Safari Literasi Sumatera #22: Jalan Pulang Tim Safari Literasi, Gol A Gong Masih Tetap Blusukan di Kabupaten Kampar

Dalam diskusinya Gong menjelaskan tentang pentingnya membaca. Dan perintah itu sudah dituliskan dalam kitab suci Al-Quran: iqra, bacalah. Serta kemajuan peradaban dari waktu ke waktu, terutama tentang media tulis, dari zaman menulis di dinding goa, kemudian ke bambu, hingga beralih ke media kertas. “Dan di generasi sekarang ini sudah ada komputer dan handphone. Kita dari membaca di buku secara fisik, juga bisa membaca dari ponsel dan media lain,” kata Gong, Jumat (2/12/2022),

Gong melanjutkan, pada generasi saat ini semua orang harus mau mengikuti zaman dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal-hal yang positif. “Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman, kita akan ketinggalan. Jadi kita harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini,” papar penulis novel Balada Si Roy ini.

Nurhasani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar dalam sambutannya mengatakan bahwa di Kabupaten Kampar memiliki penduduk hampir satu juta jiwa. “Di Kabupaten Kampar ini bisa dibilang masih darutat buku. Tapi di sini alhamdulillah ada gerakan menyumbang buku atau Gerbangku. Waktu itu terkumpul buku cukup banyak,” kata Nurhasani.

Gong kemudian menanggapi soal darurat buku di Kampar. “Sebenarnya bukan darurat buku. Tapi saat ini kita kekurangan penulis,” kata Gong.

Syaifullah, Pendiri Pustaka Batimang, mengatakan, kegiatan ini merupakan acara dadakan berkat informasi dari Ketua FTBM Provinsi Riau, Sutriyono yang mengetahui Gol A Gong akan melewati Kampar.

“Ini merupakan sebuah kesempatan yang langka untuk mengembangkan literasi. Dan Alhamdulillah antusias kawan-kawan pegiat literasi luar biasa. Hari ini, kami teman-teman literasi mendapat ilmu yang luar biasa dari mas Gong,” kata Syaifullah yang mengaku senang bisa langsung bertemu dengan Gol A Gong.

Syaifullah menjelaskan bahwa dirinya tahu Gol A Gong dari tulisan-tulisannya yang dimuat di majalah Hai. Ia juga menghadiahi Gong satu botol madu kalutut ukuran satu liter. “Madu ini hasil budidaya sendiri. Rasanya asam-manis. Mas Gong harus coba,” katanya.

Selain pegiat TBM, Hendri Burhan (55), pembaca buku Balada Si Roy juga ikut hadir dalam diskusi. “Saya sejak dulu suka baca serial Balada Si Roy di majalah HAI tahun 90an. Roy itu anak bandel, tapi sangat hormat dan menyayangi ibunya,” kata Hendri Burhan, yang merupakan guru di SMPN 2 Bangkinang Kota.

“Saya tidak membayangkan bisa ketemu Mas Gong. Saya pembaca Balada Si Roy. Sampai sekarang masih baca BSR. Sampai-sampai saya hapal alur cerita Roy. Buku BSR sangat menginspirasi saya,” katanya sambil menujukkan buku BSR yang bertanda tangan Gol A Gong. (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==