Saya Hampir Dipolisikan Gara-gara Tiga Tulisan Ini!

Pendiri partai politik pertama (IP) itu tidak lain adalah E.F.E Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara. Untuk itulah Indische Partij disebut-sebut sebagai partai tersingkat yang pernah ada di muka bumi.

Foto: YouTube.com

Lha bagaimana mau panjang umur, kalau semua pendiri partainya (tiga serangkai) dipenjara semua? Didirikan pada 25 Desember 1912 dan dibubarkan pada 4 Maret 1913.

Banyak sekali tokoh-tokoh yang bernasib sama seperti tiga serangkai tadi, usai membuat tulisan besoknya dipenjara. Saya kira, itu hanya ada di zaman penjajahan Belanda saja—tetapi ini berlaku di semua rezim.

Orde lama, orde baru atau bahkan zaman Jokowi (kritis dibayar penjara) masih dapat ditemui. Tida ada kebebasan berpendapat secara murni. Intinya, berani bersuara maka siap-siaplah dijemput polisi kena pasal UU ITE (pencemaran nama baik).

Saya pernah tiga kali hampir dilaporkan polisi karet tulisan saya yang kritis. Dengan kerendahan hati, izinkan saya memaparkan satu-satu peristiwanya.

Pertama, Kritik Menteri Agama

2019 lalu, istana melangsungkan pelatikan para menteri. Saya sedikit kecewa karena biasanya Kementrian Agama diserahkan kepada (Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama). Di luar dugaan, yang menjadi menteri adalah berlatar belakang tentara.

Foto Kompas.com

Namanya Fachrul Razi. Saya kritik karena jenderal ini dulunya bukan mengurusi agama melainkan pertempuran. Saya menyarankan Kementerian Agama dibubarkan.

Namun, karena tulisan itu meledak dan banyak pembacanya—saya mendapat pesan dari polisi. Yang intinya, dia menanyai maksud tulisan saya, dan indentitas saya. Untungnya, nomor itu saya blokir, tetapi sebelum saya blokir—saya minta maaf atas tulisan yang saya buat dengan dalih kebebasan berpendapat.

Amanlah saya, sebab Fachrul Razi digantikan oleh Yahya Cholil Qoumas pada 23 Desember 2020.

Kedua, Kritik Irna Narulita

Kala itu Irna Narulita beberapa kali membagikan sembako untuk masyarakat yang terdampak musibah—kalau tidak salah karena Covid-19. Yang membuat saya kesal adalah, Irna selalu memasang mukanya di setiap plastik sembako.

Foto: mobile.twitter.com

Iya saya tahu, dia merupakan Bupati Pandeglang. Tapi rasanya tidak etis ada stiker di plastik sembako dengan mukanya yang seolah-olah untuk keberlangsungan kampanye—tentu saja nikmat besar—masa iya kampanye pakai uang APBD?

Tulisan yang tajam itu dibagikan oleh FBn dan mendapatkan respon ribuan dari netizen. Pro kontra terjadi di status Facebook FBn, dan ada yang memprovokasi bahwa saya wajib dipenjarakan.

Seharian penuh saya tidak bisa makan. Psikologis saya terganggu, dan hari-hari dihantui imaginasi bahwa saya akan dibawa ke kantor polisi, dipukul popor senapan, dan dimasukkan ke penjara.

Ketiga, Membela Martabat Bidikmisi

Pernah suatu kali, mahasiswa Bidikmisi dikritik oleh mahasiswa umum karena penampilannya selalu nyentrik (seperti para anak-anak pejabat)—yang seharusnya, berpenampilan biasa-biasa saja.

Foto Agus JP.com

Dia mempertanyakan bahwa jangan-jangan Bidikmisi itu tidak tepat sasaran dan mengata-ngatai iblis segala macam. Akhirnya saya membela mahasiswa Bidikmisi dengan menulis esai panjang.

Semua ucapannya saya bantah dan sesekali saya balikkan ucapan tidak pantasnya. Tulisan itu di blogger mendapat pembaca 280 lebih hanya dalam tempo beberapa menit, namun saya take down karena yang dikritik merasa keberatan.

Yang lebih mengerikan dia sudah melaporkan tulisan saya tersebut ke polisi. Karena saya tidak mau berurusan terlalu panjang, saya telepon orang yang dikritik tadi dan dengan berat hati meminta maaf.

Itulah cerita singkatnya, saya sudah tidak bisa menjelaskan dengan panjang lebar, yang jelas peristiwa itu sangat terkenang dalam ingatan. Dampaknya, sampai hari ini saya selalu takut untuk mengkritisi orang.*

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==