Karena Indonesia masih kekurangan bahan bacaan Mas Gol memotivasi kami untuk menulis terutama dengan mengangkat konten lokal yang berkaitan dengan budaya, tempat-tempat wisata, kuliner, dll. Dengan menulis konten lokal berarti ikut mempromosikan kekayaan yang ada di daerah Flores Timur.
Dalam kesempatan ini, Mas Duta membedah tulisan kami yang telah kami buat dan kumpulkan sebelumnya. Berdasarkan masukan dari Mas Gol A Gong, tulisan tersebut akan kami revisi lagi sebelum difinalisasi. Hasil tulisan ini nanti akan dibukukan dan diterbitkan oleh Perpusnas RI.

Perjumpaan sehari bersama Mas Gol A Gong sangat berkesan bagi saya. Banyak insight baru yang saya dapatkan. Sekurang-kurangnya ada dua inspirasi yang saya timba dari perjumpaan ini.
Pertama, Mas Gol A Gong adalah prototipe orang yang penuh semangat. Bagaimana tidak, sejak kecil dia harus menerima kenyataan tangan kirinya diamputasi setelah mengalami kecelakaan. Namun kondisi ini tidak membuatnya patah semangat. Keterbatasan tidak membuatnya menyerah.
Kedua, kesuksesan ditentukan oleh kecakapan literasi yang dimiliki. Mas Gol A Gong telah menunjukkan itu. Ia adalah seorang pecandu buku. Sejak kecil sudah gila membaca buku.
Kecintaannya pada membaca dan kemampuannya dalam menulis telah menghantarnya menjadi Duta Baca Indonesia. Mas Gol A Gong adlah saksi bahwa literasi merupakan kunci untuk membuka masa depan yang lebih cerah.




