Sejarah Duta Baca Indonesia 6: Cukur Rambut dan Beli Jas

“Apa yang harus saya lakukan, Pak?”
“Cukur rambut dan pakai jas-dasi, Pak.”
“Baik, Pak.”
“Tolong buatkan programnya, Pak. Sampai tahun 2025. Kalau bisa, bentuknya pe de ef, supaya kami cetak dan bagikan ke Dinas Perpustakaan di seluruh Indonesia.”

Kabar ini saya sampaikan kepada istri. Tentu isteri gembira, karena ini termasuk do’a yang selalu dipanjatkan. Tapi begitu mendengar rambut harus dipotong Tias berpikir lama. Ya, Tias senang jika aku gondrong.

“Bagaimana dengan rambut?”
“Ya, tidak apa-apa. Nanti juga bisa gondrong lagi. Sekarang mengabdi dulu kepada negara. Bukankah ini yang kita mau?”

Tias mengingatkan do’anya sewaktu di Medan, yaitu ada orang gila yang kaya atau dinas atau perusahaan yang membiayai seluruh kegiatan saya di dunia literasi, seperti “Gempa Literasi“.

Saat Gempa Literasi Sumatra, 2017. Dari Lampung hingga Medan selama 50 hari. Komplet bersama keluarga.

Sekarang hari Rabu. Ada waktu 2 hari untuk mempersiapkan segalanya. Membeli jas, celana, dasi, dan menghubungi putra kedua Gabriel Firmansyah di Abu Dhabi membuat program kerja dalam bentuk PDF.

Bersambung ke bagian 7

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==