Sejarah Rumah Dunia 11: Buku-buku Itu Harta Berharga Buatku

Aku tidak ingin suudzon pada anak-anak yang datang membaca. Mungkin hujan terlalu deras dan tiba-tiba hingga mereka tak sempat membereskan. Segala kemungkinan dapat terjadi, tapi aku masih percaya anak-anak itu adalah anak-anak baik. Nanti kalau bertemu lagi aku akan beritahukan rasa sayangku pada buku-buku itu.

Buku-buku bacaan anak itu kami buru dan kumpulkan sedikit demi sedikit, dari pameran satu ke pameran lain, dibayar dengan uang yang kami pisahkan dari gaji dan honor side job, dan beberapa di antaranya adalah buku kesayanganku.

Sedih, iya. Tapi juga bahagia, karena susunan buku telah berubah. Itu artinya ada yang membongkar-bongkar tumpukan buku dalam dus. Aku tetap berprasangka baik dan berharap itu yang terjadi. Buku-buku yang basah kupisahkan dan kubuka lembarannya agar tidak lengket. Esoknya aku akan menjemur atau mengangin-anginkannya.

Suamiku menyarankan kami menggunakan rak buku kecil milik Bella, yang berisi buku-buku untuk bayi. Rak kecil itu lebih aman dan mudah untuk menyimpan buku dibanding kardus. Akhirnya aku menyimpannya di teras samping, lalu ditutup dengan lembaran plastik bening agar tidak terkena tempias hujan.

Dugaanku ada benarnya, anak-anak bercerita saat mereka sedang membaca buku, hujan turun tiba-tiba. Mereka membereskan sebisanya, tapi lalu mereka kocar-kacir menghindari hujan. Bahkan pagar pun mereka lupa tutup. Baiklah, aku mengerti, tapi kuberi pengertian juga jika buku-buku ini adalah harta berharga bagiku. Akhirnya sedikit kuceritakan bagaimana buku berperan besar dalam hidupku dan suamiku. Berbekal buku itulah suamiku bekerja sebagai penulis, jadi aku mohon dipahami jika aku agak rewel soal ini.

Anak-anak bilang mengerti, entah sejauh mana. Biarlah mereka akan mencerna pesanku sampai kapan, pikirku saat itu. Lantaran merasa sayang jika terkena hujan lagi, aku memindahkan rak buku kecil itu ke teras belakang. Di sana lebih aman karena berada di bawah balkon dan tempias hujan tidak terlalu besar.

Anak-anak pun menyukai suasana baru. Mereka lebih semangat membaca. Aku juga jadi semangat membacakan buku atau mendongeng dari kisah lain yang tak ada di buku koleksi buku anak kami.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==