Sejarah Rumah Dunia 16: Emak Senang dengan Kehadiran Anak-anak Kampung

Aku bohong kalau tidak ada masalah, tapi alih-alih memikirkan masalah yang sebenarnya dapat dicari solusinya, mengapa tidak menciptakan banyak hal bersama-sama?

Aku berusaha mencari kesamaan kami. Dengan bapak mertua yang keras hati, aku punya kesamaan sama-sama suka keterampilan tangan. Segera saja aku minta tolong bapak mertua membuat rumah boneka buat cucunya. Tentu saja bapak mertuaku menyambut gembira. Aku tinggal menyediakan bahannya.

Dengan ibu mertua lebih mudah lagi karena beliau mantan kepala sekolah keterampilan putri. Jadi soal etiket makan, resep-resep masakan bergizi, tata busana, bisa jadi bahan perbincangan kami.

Saat ada masalah pelik, aku tinggal minta tolong suami memediasikan. Jika aku sudah tidak tahan, aku curhat sambil nangis di pelukan suami. Nanti dia yang akan membereskan masalah antara aku dan mertua. Aku tinggal minta maaf dan hidup berjalan normal kembali.

Termasuk kegiatan membaca bagi anak-anak, sempat menjadi masalah ketika bapak mertuaku merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak kampung. Sementara aku dan ibu mertua senang karena dapat berinteraksi lebih sering. Ibu mertuaku bersemangat mengajari membaca dan mendongeng, sambil pelan-pelan menyisipkan pesan moral berbuat baik.

Namun, keluhan bapak mertua menjadi ganjalan kecil bagi kegiatan itu.

Itulah yang mendorong suamiku bekerja lebih keras untuk mewujudkan keinginan membeli tanah belakang. Alternatif pertama orang tuanya pindah ke belakang, menempati rumah yang akan dibangun. Alternatif kedua kegiatan membaca yang dilakukan di tanah belakang. (*)

Rumah Dunia, 6 Maret 2024

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==