Tapi memang benar, orang melirik, memandang, menilai, biasanya karena ingin tahu PRD yang ini. Banyak yang mengira kami adalah rekan partai tersebut. Saat ditanya, kami menjelaskan panjang lebar, mengkounter berita miring.
Sampai ada yang menyebarkan kabar bahwa kami beraliran kiri. Aku sempat sedih, tapi kata hubby, “Kita sudah mulai bergerak, ada yang tidak suka, biar saja. Nanti mereka akan membuktikan yang sebenarnya kita kerjakan.”

Aku pun diminta tetap mengajar anak-anak di pendopo, sekaligus menuliskan kegiatannya seminggu sekali. Suamiku pun bekerja sama dengan salah satu media cetak di kota kami.
Berikutnya tulisanku seminggu sekali itu dimuat di koran Radar Banten, bahkan dibuatkan rubrik sendiri bertajuk “Salam dari Rumah Dunia”. Tentu saja tidak mendapatkan honorarium, karena ini adalah bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan.

Bantuan sedikit demi sedikit datang, membuat aku tidak perlu lagi merogoh kocek jatah rumah tangga dalam-dalam. Bahan sekali pakai berupa kertas HVS, pensil warna, kertas origami, cepat sekali habisnya. Dengan adanya bantuan berupa alat tulis dan gambar, jatah belanja bulanan pun agak aman. Hahaha. Terima kasih kepada seluruh donatur di mana pun berada.

Anak-anak yang datang pun lebih bersemangat. Mereka senang sekali melihat persediaan pensil warna cukup banyak. Biasanya mereka berbagi, sekotak pensil warna untuk berlima. Dengan persediaan lebih banyak, mereka cukup bertiga atau berdua berbagi. Bahkan tak jarang ada yang menguasai sekotak pensil warna karena tidak ingin diganggu saat mewarnai. (*)
Rumah Dunia, 14 Maret 2024




