Bagi yang tidak ingin berenang, cukup membayar Rp100.000 untuk sewa perahu, sudah termasuk pakan hiu paus. Satu perahu dapat diisi maksimal 3 orang plus 1 pemandu.
Sedangkan untuk yang snorkeling, tetap membayar biaya perahu ditambah Rp35.000 per orang untuk snorkeling, di luar alat. Kalau tambah alat snorkeling, sewa terpisah dengan tarif Rp50.000 satu set. Kacamata selam, fins atau kaki katak, dan snorkel atau pipa napas.

Setelah semua persiapan selesai, satu per satu perahu berjalan menuju lokasi hiu paus. Jaraknya hanya 25-50 meter dari bibir pantai. Tidak ingin membuang waktu, aku langsung turun ke untuk melihat ikan dengan nama latin Rhincodon typus ini.
Baru sekitar 2 menit turun dari perahu. Ikan berwarna abu-abu gelap dan bertotol-totol putih itu naik ke permukaan menghampiri salah satu perahu yang memberi makan ikan kecil. Seketika semuanya teriak histeris. “Itu hiu pausnya muncul, gede banget,” kata salah satu teman.

Hampir semua yang turun ke air kaget dengan kedatangan spesies ikan terbesar di dunia itu yang tiba-tiba. Sedangkan yang berada di atas perahu, sibuk memberi makan hiu paus dengan sesekali memotretnya. “Hiu pausnya lucu banget, motifnya polkadot,” kata Septi, dari atas perahu.


