Rahmat Heldy HS yang juga menjabat sebagai Duta Baca Provinsi Banten menjelaskan, ada empat keuntungan ketika kita mampu menulis buku.

“Kalau selama ini kawan-kawan menganggap bahwa menulis buku itu adalah sia-sia. Tapi sesungguhnya minimal ada empat yang kita dapatkan dari menulis buku, di antaranya; 1. Self Expression (mengekspresikan perasaan lewat tulisan), 2. Ajang personal branding, 3. Membangun Self Confident (membangun kepercayaan diri), 4. Agent Of Change (melakukan perubahan lewat menulis),” kata Rahel dihadapan ratusan peserta.


Dalam kesempatan tersebut Rahel juga menjelaskan berbagai teknik menulis puisi yang tidak ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Salah satunya dengan metode menyandingkan dua buah benda yang berbeda, lalu dibuat puisi. Seperti benda berbentuk bunga dan sepatu. Seperti ini puisinya.

JUDUL: BUNGA DI UJUNG SEPATU / Ada bunga di ujung sepatumu / Yang meninggalkan jejak kenangan / Lalu hilang di ujung jalan / Ada bunga di ujung sepatumu / Yang selalu datang mengantarkan rindu / Tapi hilang ditelan debu.

Semoga dengan kegiatan tersebut semua guru dan siswa dapat menulis buku dengan baik lalu menerbitkannya. Karena apa yang dilisankan akan hilang terbawa angin. Sementara yang dituliskan akan abadi.




Mantaps. Ralat Saja Sedikit, Kepala Perpustakaannya Bapak Drs. Eddy Kusmayadi
Sudah direvisi. Terima kasih, ya.
Komentar ku menghilang