Mendengar hal yang demikian atau yang serupa, saya jadi bertanya-tanya kepada diri sendiri sekaligus berintrospeksi. Kapan, ya, saya menjadi orang sukses? Bisakah saya menjadi sukses seperti orang-orang sukses yang lain? Tapi, benarkah makna sukses seperti itu, seperti yang didefinisikan ibu-ibu di warung?

Kata sukses, dalam aplikasi KBBI V, bermakna berhasil;beruntung. Sementara itu, dalam aplikasi Collocation, makna kata successful yang dalam bahasa Indonesia merupakan sukses adalah if you are successful, you achieve the result that you wanted. Terjemahannya kurang-lebih seperti ini: jika kamu sukses, kamu mencapai hasil yang kamu inginkan. Padanan kata yang sesuai dengan kata tersebut—diambil dari Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Penerbit Mizan, 2009—ialah berhasil, berjaya, berkembang, gol, lulus, maju.

Dari sumber-sumber yang saya kemukakan, makna kata sukses yaitu—atau identik dengan—berhasil. Ia mengacu pada apa yang diperjuangkan seseorang yang bisa kita sebut sebagai tujuan atau impian. Jika tujuan seseorang ingin punya rumah megah, mobil mewah dan harta melimpah, lalu ia bisa mewujudkannya, berarti ia telah sukses.

Begitu pun dengan seorang siswa SMA yang ingin diterima di perguruan tinggi, lalu ia mendaftar, mengikuti seleksi, dan dinyatakan lulus, maka siswa SMA tersebut juga sukses. Seorang pengangguran yang berhasil mendapatkan pekerjaan; seorang politikus yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilu; seorang bujangan yang akhirnya menikah; dan lain sebagainya, adalah contoh-contoh orang sukses sesuai dengan tujuan dan konteksnya masing-masing.

Kalau begitu adanya, pikiran dan hati saya jadi lebih lega, dan saya (baca: kita) tak harus waswas dengan pelbagai hal yang diperbincangkan oleh ibu-ibu di warung, terutama perihal kesuksesan, karena bentuk kesuksesan tidak hanya berupa materiel, tetapi juga imateriel. *
*)Ardian Je, relawan Rumah Dunia; pendiri Rumah Baca Bojonegara; pendidik di SMP Unggulan Uswatun Hasanah Cilegon. Buku esainya bertajuk Mendekatkan Siswa pada Buku.
*) Tulisan ini pernah dimuat Pikiran Rakyat, Sabtu, 16 Juli 2022.

