Surat dari Qatar: Kesempatan tak Datang Dua Kali

Jika sudah bertekad akan merantau, tentunya kamu harus sering-sering berburu lowongan di berbagai media. Dari surat kabar, media sosial profesional seperti Linkedin, atau jalur informasi lowongan dari group Whatsapp.

Jika akhirnya kesempatan itu datang, jangan pernah lewatkan lewat begitu saja.

Minimal sampai tahap wawancara. Karena itu akan menjadi pengalaman yang sangat baru dan membuat kita memiliki gambaran yang lebih jelas.

Alhamdulillah, kesempatan yang tak datang dua kali itu tidak pernah aku lewatkan.

Cilegon

            Sebelum hari bersejarah itu tiba, masa depan yang terbayang di dalam kepalaku adalah diriku yang dua bulan lagi menjadi sebagai seorang mahasiswa salah satu universitas terbaik bangsa.

            Hari bersejarah yang masih aku syukuri sampai sekarang karena keputusan yang kuambil.

            Keputusan untuk mengambil kesempatan yang mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Keputusan yang menjadi jalan pembuka untuk ku merantau 6000 kilometer lebih ke arah Barat.

            Hari itu, hari di mana mimpiku buyar, tapi tidak berantakan. Buyar karena digantikan oleh mimpi lain. Bayangan diriku yang seorang mahasiswa, tergantikan oleh bayangan diriku mengenakan seragam berwarna coklat muda seperti tiga orang yang mewawancaraiku di ruang aula sekolah.

            Mereka adalah tim rekrutmen karyawan dari sebuah perusahaan petrokimia di Banten.

            Pada saat itu perusahaan petrokimia di Banten sedang membutuhkan karyawan dengan sangat cepat. Dan mereka mengutamakan fresh graduate. Alsannya sih katanya agar lebih mudh dididik dan otaknya masih encer.

            Jadi mereka mempunyai semacam program “menjemput bola”. Mereka yang mendatangi sekolah-sekolah kejuruan di berbagai kota di Indonesia          

Mereka adalah orang- orang yang memilihku, dan empat orang temanku untuk direkrut oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Mereka bilang kami adalah yang terbaik dari semua siswa yang mengikuti tes hari itu.

Hari itu mereka datang langsung mendadak tanpa memberitahukan kepada pihak sekolah bahwa mereka akan mengadakan ujian rekrutment karyawan di sekolahku.

            Mimpi dan bayangan tentang diriku di masa depan, berganti menjadi seorang karyawan yang berbakti sampai pensiun di perusahaan yang telah merekrutku itu. Bayanganku sih, paling banter posisiku ketika pensiun sudah jadi manager departemen.

            Di perusahaan itu, aku bertahan empat setengah tahun, dan pindah ke perusahaan di kota yang sama, Cilegon.

Hanya kali ini, aku bekerja sesuai dengan ijazahku, seorang Analis Kimia.

            Di perusahaanku yang pertama, aku bekerja sebagai operator produksi.

            Mimpi, cita- cita dan bayangan yang hampir sama juga masih ada di kepalaku. Aku akan berbakti hingga pensiun di perusahaan ini.

            Qatar

            Kesempatan langka itu akhirnya datang lagi setelah hampir 7 tahun merantau di Banten.

Salah seorang kakak kelasku di sekolah memberitahukan lowongan di Qatar sebagai Teknisi Laboratorium.

Walau pun salah satu syaratnya adalah memiliki pengalaman minimal 5 tahun di posisi yang sama, aku memberanikan diri untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan ke perusahaan tersebut.

Ini kesempatan emas yang mungkin tidak datang dua kali!

            Walau pun bekerja ke Timur Tengah tidak pernah kuinginkan sebelumnya, tapi aku mulai berpikir bahwa itu bisa menjadi solusi.

             Entah kenapa, ketika itu aku sangat yakin dan percaya untuk bisa diterima. Karena ketika itu aku sedang mengalami periode “puncak kesulitan finansial” di dalam hidupku. Hanya itu harapanku untuk bisa survive. Sebelum test berlangsung, aku melakukan persiapan habis- habisan demi menghadapi test tersebut. Aku pergi ke warnet setiap hari untuk mengunduh materi- materi yang berhubungan dengan perusahaan yang memanggilku untuk test tulis di Jakarta.

Dan Alhamdulillah, ketika soal test dibagikan, sama sekali tidak ada test tentang hal-hal yang aku unduh dari internet, sama sekali tidak ada pertanyaan mengenai produk perusahaan tersebut. Yang ada hanya soal- soal kimia dasar. Dan subyek lainnya, ini yang paling utama menurut perwakilan dari perusahaan tersebut adalah “The Learning Ability”, test kemampuan belajar.

Soal- soal yang lebih menyerupai Test IQ dibanding test masuk perusahaan, hanya ini diujikan dalam bahasa Inggris.

Qodarullah, beberapa tahun sebelum test itu aku sangat menyukai bacaan yang berkaitan dengan kemampuan belajar. Atau bahasa kerennya “Learning How To Learn”.       

Alhamdulillah aku jadi mempunyai kemampuan membaca cepat.

Dan dasar memang sudah berjodoh, soal-soal test masuk ke perusahaan itu memang menjadi “makanan empuk” untuk kecepatan membaca dan kecepatan berpikirku.

Dari  satu jam yang diberikan oleh penguji, aku bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu dua puluh menit! Alhamdulillah.

Tes tulis awal aku sukses menarik perhatian para penguji.

Ketika wawancara, ternyata ada beberapa hal yang aku tidak tahu.

Pewawancara menanyakan tentang alat analisa laboratorium yang belum pernah aku gunakan. Walau pun aku pernah membaca, tapi aku tidak berani mengarang bebas.

Aku jawab jujur bahwa aku belum pernah memakai alat tersebut dan hanya mengetahui sedikit dari yang aku pernah baca saja.

Ternyata itu mengundang pujian dari pewawancara.

Buat mereka kejujuran adalah poin yang sangat penting untuk seorang pekerja. Itu berkaitan dengan integritas. Di kesempatan lain mereka pernah menemui calon karyawan yang “mengarang bebas”. Seolah-olah ahli dalam alat yang sebenarnya baru diluncurkan tahun itu di negara asalnya. Tentu saja dia ketahuan berbohong. Karena salah satu pewawancara adalah spesialis alat tersebut.

Setelah melalui proses wawancara dan test medis, akhirnya aku pun ditawari kontrak kerja melalui email.

Alhamdulillah, ketika niatku melamar hanya sekedar iseng, pada akhirnya malah aku direkrut bersama empat orang lainnya.

            Tadinya aku rasa sungguh mustahil, mengingat persaingan yang sangat ketat ketika itu, sangat berat, karena banyak dari mereka yang memiliki pengalaman puluhan tahun. Aku?

Bekerja di laboratorium saja baru dua setengah tahun.

            Orang tuaku tadinya sangat menentang keputusanku untuk berangkat ke Qatar. Ya, seperti tipikal orang Bandung lainnya yang cenderung memilih untuk tetap di Bandung, Cilegon pun yang jaraknya tidak sampai tiga ratus kilo meter sudah terasa terlalu jauh.  Apalagi Qatar yang berjarak ribuan kilometer, naik pesawat pun perlu delapan jam.

            Akhirnya Bapak dan Ibu pun luluh dan bisa mengikhlaskan kepergianku, walaupun kulihat air mata mereka tak henti-hentinya mengalir sampai kulambaikan tanganku di terminal keberangkatan bandara Soekarno-Hatta.

            Dengan hanya berbekal ijazah SMK dan pengalaman tidak sampai lima tahun, aku bisa menembus persaingan yang sangat ketat ke Timur Tengah. Dukungan yang lebih maksimal dari pemerintah untuk memfasilitasi SMK- SMK yang sudah berdiri, tentunya akan bisa menambah jumlah tenaga kerja yang siap pakai. Dan pastinya akan menambah angkatan kerja baru yang bisa menembus pasar tenaga kerja di luar negeri.

            Proses adaptasi setiap orang akan berbeda- beda.

            Akan selalu ada halangan, tantangan dan rintangan selama bekerja di luar negeri. Hal- hal yang sangat unik dan tidak pernah kita dapati di negara sendiri, akan sering muncul di hadapan kita.

            Apapun pekerjaan yang pembaca lakukan di saat ini, maksimalkan pengetahuan dan kemampuan. Jadikan diri anda ahli di bidang pekerjaan anda.

            Tingkatkan kemampuan komunikasi, terutama dengan menguasai bahasa asing. Tidak hanya bahasa Inggris, walau pun sampai sekarang ini masih menjadi bahasa yang paling penting.

            Masih banyak kesempatan untuk bekerja di Timur Tengah.

            Jika memang tujuan anda ingin kelak ingin bekerja di Timur Tengah, persiapkan diri anda sejak sekarang.

            Pilih bidang yang beberapa tahun lagi akan booming.

            Di Qatar dan negara-negara teluk lainnya, perusahaan- perusahaan petrokimia dan Migas masih melakukan ekpansi.

            Dunia Teknologi Informasi dan komunikasi, perminyakan dan gas, petrokimia, serta konstruksi tentunya masih akan terus berkembang dengan pesat, bahkan sejak beberapa tahun yang lalu.

            Jadi kalau ada kesempatan, jangan sampai lewatkan. Karena mungkin tidak datang dua kali!

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==