Gol A Gong Membeberkan Rahasia Menulisnya

Catatan Ringan Tentang Buku “Rahasia Penulis” oleh Agus Helfi Rahman

“Menulislah dengan pintu tertutup, lalu menulis ulanglah dengan pintu terbuka. Hasil karyamu mulanya memang hanya untukmu. Tapi kemudian keluar menjadi milik siapa saja yang ingin membaca atau mengkritiknya.”

— Stephen King —

(Dalam Gola Gong, Rahasia Penulis, Beranda 2019)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tiga Fase Menulis: Riset, Menulis, Revisi

Saat lockdown gara-gara pandemi Covid-19, tentu berkah buat saya. Secara ekonomi, penghasilan tentu nol, karena semua rencana jadi pembicara di beberapa kota hingga sebelum lebaran dicancel. Hikmahnya, saya jadi focus menuntaskan seluruh hasil riset saya dan traveling di Indonesia selama bertahun-tahun. Maka jadilah sebuah judul novel : Lelaki di Tanah Perawan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Penulis Harus Memiliki Sikap Jujur dan Terbuka Dikritik

Penulis harus jujur? Maksudnya?Jika menulis kisah nyata (otobiografi/biografi), ini sesuatu yang berat pertanggungjawabannya. Jika saya yang menulis kisah hidup kamu, maka saya harus bertanya dulu: Untuk apa? Motivasinya apa? Saya pernah beberapa kali menerima pekerjaan ini dan beberapa kali menolak karena tidak memenuhi syarat. Menulis kisah hidup seseorang itu tidak bisa dipaksakan, apalagi jika terkait ke unsur konsekwensi (dampak ke lingkungan) dan kepopuleran (public figure).

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Lima Puisi Tentang Laut Oleh Gol A Gong

1.
ODE NELAYAN

Negeriku berkibar tanpa arah
angin tak bisa lagi membaca cuaca
aku melempar jala ke muara
cintamu hanyut menuju samudra

Kisahmu yang mendunia
terhempas gelombang
tertimbun lumpur
terang bulan bukan lagi untukku
ikan-ikan berpindah ke dalam kaleng
aku melarung perahu
tanpa sesajen

Cintaku, laut menjauh
cakrawala terhalang kapal perompak
kopiku sudah lama dingin
air laut berpindah ke dalamnya

Karangantu Oktober 2017

#

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Happy Birthday, Mas Gong!

Dua hari yang lalu saya harus berada di desa bersama rekan-rekan tim kerja, karena ada keperluan pekerjaan. Di sana tak ada sinyal sama sekali, jangankan sinyal, akses jalannya saja bisa bikin orang stress, apalagi saat itu jalan berlumpur bahkan banjir.

Karena tak ada sinyal, saya tidak bisa update status atau sekedar bersapa via media social, dua hari yang lalu, orang yang menurut saya telah memberikan andil besar dalam proses perjalan hidup adalah guru menulis di komunitas kelas menulis rumah dunia. Wasilah dari ilmu menulis yang ditransfernya pada diri ini, telah memberikan banyak manfaat, bahkan di kehidupan saya saat ini.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kia Ora, Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins

Traveling! Siapa tidak ingin? Di era pandemi Covid-19 ini, sudah 5 bulan saya di rumah saja, sejak 13 Maret hingga 16 Agustus 2020. Rasa bosan terobati ketika membaca buku reportase perjalanan Muhammad Hidayat Chaidir : “Kia Ora! (Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins), Penerbit Gaksa Enterprise .

Saya penasaran dengan judul bukunya. Saya cari-cari di Google. Ternyata itu adalah sapaan khas dari Bahasa Māori, diterjemahkan secara harfiah sebagai “memiliki kehidupan” atau “menjadi sehat”, dan digunakan sebagai ucapan informal yang setara dengan “hai” atau “halo”, atau ungkapan terima kasih yang mirip dengan “tepuk tangan”. Hmm, buku yang mengundang rasa ingin tahu. Sepadan dengan “sawadee kap” di Thailandatau “namaste” India.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5