Penulis Harus Memiliki Sikap Jujur dan Terbuka Dikritik

Penulis harus jujur? Maksudnya?Jika menulis kisah nyata (otobiografi/biografi), ini sesuatu yang berat pertanggungjawabannya. Jika saya yang menulis kisah hidup kamu, maka saya harus bertanya dulu: Untuk apa? Motivasinya apa? Saya pernah beberapa kali menerima pekerjaan ini dan beberapa kali menolak karena tidak memenuhi syarat. Menulis kisah hidup seseorang itu tidak bisa dipaksakan, apalagi jika terkait ke unsur konsekwensi (dampak ke lingkungan) dan kepopuleran (public figure).

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Lima Puisi Tentang Laut Oleh Gol A Gong

1.
ODE NELAYAN

Negeriku berkibar tanpa arah
angin tak bisa lagi membaca cuaca
aku melempar jala ke muara
cintamu hanyut menuju samudra

Kisahmu yang mendunia
terhempas gelombang
tertimbun lumpur
terang bulan bukan lagi untukku
ikan-ikan berpindah ke dalam kaleng
aku melarung perahu
tanpa sesajen

Cintaku, laut menjauh
cakrawala terhalang kapal perompak
kopiku sudah lama dingin
air laut berpindah ke dalamnya

Karangantu Oktober 2017

#

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Happy Birthday, Mas Gong!

Dua hari yang lalu saya harus berada di desa bersama rekan-rekan tim kerja, karena ada keperluan pekerjaan. Di sana tak ada sinyal sama sekali, jangankan sinyal, akses jalannya saja bisa bikin orang stress, apalagi saat itu jalan berlumpur bahkan banjir.

Karena tak ada sinyal, saya tidak bisa update status atau sekedar bersapa via media social, dua hari yang lalu, orang yang menurut saya telah memberikan andil besar dalam proses perjalan hidup adalah guru menulis di komunitas kelas menulis rumah dunia. Wasilah dari ilmu menulis yang ditransfernya pada diri ini, telah memberikan banyak manfaat, bahkan di kehidupan saya saat ini.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kia Ora, Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins

Traveling! Siapa tidak ingin? Di era pandemi Covid-19 ini, sudah 5 bulan saya di rumah saja, sejak 13 Maret hingga 16 Agustus 2020. Rasa bosan terobati ketika membaca buku reportase perjalanan Muhammad Hidayat Chaidir : “Kia Ora! (Musim Cinta di Kampung Frodo Baggins), Penerbit Gaksa Enterprise .

Saya penasaran dengan judul bukunya. Saya cari-cari di Google. Ternyata itu adalah sapaan khas dari Bahasa Māori, diterjemahkan secara harfiah sebagai “memiliki kehidupan” atau “menjadi sehat”, dan digunakan sebagai ucapan informal yang setara dengan “hai” atau “halo”, atau ungkapan terima kasih yang mirip dengan “tepuk tangan”. Hmm, buku yang mengundang rasa ingin tahu. Sepadan dengan “sawadee kap” di Thailandatau “namaste” India.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Nita Juanita: Cemburu Kepada Relawan Rumah Dunia

Cemburu! Satu kata itu yang terngiang. Pada siapa? Pada mereka yang berkesempatan langsung menimba ilmu dari Gol A Gong di Rumah Dunia. Saya penggemar karya-karya Gol A Gong Golagong Penulis, hampir semua buku-bukunya baik kumcer, puisi, novel, catatan perjalanan, cernak, dll lengkap mengisi lemari bukuku.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Menulis Novel Itu Harus…

“Menulis novel itu harus berusaha agar pembaca percaya bahwa cerita itu kisah hidup penulisnya, padahal tidak. Atau pembaca merasa itu seolah terjadi pada dirinya. Setidak-tidaknya, itu terjadi di sekitar kita, di kehidupan kita.” (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Penulis dan Ruang Kerja Penuh Buku

Urusan dengan rayap di ruang kerja baru selesai Senin siang 5 Juli 2020. Sekitar 4 hari mengakalinya. Lubang-lubang eayap saya siram dengan oli, agar rayap tidak merangsek naik memakan rak kayu dan buku. Semoga ada rezeki membeli lagi rak besi.

Nah, jika kamu punya teman mengaku penulis tapi tidak punya perpustakaan pribadi atau ruang kerja yang dipenuhi buku, hehehehe…, perlu kita curigai. Berarti dia tidak akan memiliki umur panjang dalam karir kepenulisannya, karena ruang kerja penuh buku bagi penulis sama saja dengan riset pustaka.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Lelaki di Tanah Perawan Bicara Desa vs Kota

“Lelaki di Tanah Perawan” cerita yang bagus. Covid-19 ditambah isu feminisme, tradisi vs agama, pengentasan kemiskinan, tarik-menarik desa vs kota, diramu dalam sebuah kisah cinta. Sangat menarik untuk dibaca.” (Dedy Tri Riyadi)

Apresiasi seperti ini sangat memotivasi saya sebagai penulis untuk terus menulis. Terima kasih. Bahkan yang mencaci-maki dan mengatakan karya saya sampah pun tetap saya hargai dan menjadikan saya terus bersemangat menulis.

Ayo, terus menulis!

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5