Senyum Relawan Rumah Dunia

Sudah seminggu ini, sejak 12 Juli 2020, di sela-sela mengajar novelbest seller di Kelas Menulis Gol A Gong secara online, saya rajin mengamati foto-foto di folder laptop saya. Ternyata banyak sekali orang tersenyum di foto-foto itu. Saya jadi senang mengamati orang tersenyum. Itu membuat saya bahagia juga.

Di foto ini, lihat! Kedua orang itu sedang tersenyum. Sebelah kiri  Rudi Rustiadi dan kanannya Hilman Lemri  – mereka relawan Komunitas Rumah Dunia . Mereka saya sebut “para kreator”, karena hampir tiap hari melakukan aktivitas yang kreatif.

Karir mereka di dunia kepenulisan, alhamdulillah, sudah menjanjikan. Kini Rudi bersama Abdul Salam dan Charlis Ridho mengelola akun YouTube Rumah Dunia TV dan Hilman ditransfer Firman Venayaksa ke Untirta Press.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Rumah Dunia dimulai di garasi rumah, pindah ke teras rumah pada 1998. Saat itu Tias Tatanka yang membacakan dongeng kepada 2 anak kami yang masih balita – Nabila Nurkhalishah (1 tahun) dan Gabriel masih di kandungan. Saya saat itu bolak-balik Serang – RCTI di Kebon Jeruk.

Tahun 2000 kami berhasil membebaskan tanah seluas 1000 m2 di halaman belakang rumah. Kami membangun pendopo di tengah kebun. Tias terus saja mendongeng kepada anak-anak kecil di kampung Ciloang sambil menyusui putra kedua, Gabriel Firmansyah. Saat itu suasananya lebih pada mendongeng dan bermain. Kami ingin Nabila dan Gabriel tumbuh di lingkungan literasi yang sehat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Vini, Vidi, Vici ala Jang Rudun

Taufik Hidayatullah datang dari Anyer dan jadipeserta Kelas Menulis Rumah Dunia pada 2016. Kemudian jadi relawan Komunitas Rumah Dunia . Dia saya ibaratkan Julius Caesar: vini, vidi, vici. Pada 2019 Opik – nama akrabnya, didapuk jadi maskot akun YouTube Rumah Dunia TV. bernama “Jang Rudun”.

Opik juga traveling ke Singapura dan Malaysia bersama Gong Traveling, menulis buku travel writing, mengasah kepekaan jurnalisnya dalam Gempa Literasi Jawa Barat September 2019 lalu. Dia juga siap menerima tantangan jadi Pimpinan Redaksi di  www.rumahduniaonline.wordpress.com . Lulus sarjana pada 2020 dan pulang kembali ke Anyer, membantu orangtuanya berjualan di Pasar Anyer.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sarapan Literasi Digital di Rumah Dunia

Setiap pagi, saya dan relawan Rumah Dunia sarapan di panggung. Sudah ribuan peristiwa di panggung ini sepanjang tahun 2004 hingga 2020 ini. Seperti Selasa pagi, 30 Juni, kami sarapan nasi bakar. Salam, Daru, Rudi, Hilman, dan Opik.

Kami mendiskusikan literasi digital sebagai solusi new normal di era pandemi Covid-19. Akun medsos Rumah Dunia akan dimaksimalkan. Twitter, IG, FB, Group, media online Kurungbuka.com  dan rumahduniaonline.wordpress.com. Tentu YouTube Rumah Dunia TV tidak mau ketinggalan. Semoga para relawan yang sedikit ini diberikan kesehatan kemudahan oleh Allah SWT. Amin.

#rumahdunia
#golagong
#relawanrumahdunia
#komunitassastra
#gerakanliterasikomunitas
#literasidigital
#gerakanliterasinasional2020

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Minggu Seru dan Rumah Dunia TV

Minggu siang, 28 Juni 2020, areal dalam Rumah Dunia ramai. Kangen-kangenan tetapi tetap dengan protokol kesehatan. Para relawan Rumah Dunia yang tidak tidur di mess relawan berkumpul. Memang tidak banyak yang datang. Ada Toto ST Radik, Ardian Je, Gading Tirta, dan Rizki.

Rumah Dunia adalah Komunitas Literasi di Serang Banten, lokasinya di halaman belakang rumah saya seluas 1000 m2. Areal 500 m2 dipkai untuk mess relawan dan sekretariat, perpustakaan, ruang editing, panggung, dan mushola. Kegiatan utama dipusatkan di Taman Budaya Rumah Dunia seluas 3000 m2, lokasinya dekat saja sekitar 50 meteran.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5