Cinta yang Menangis, Cinta yang Berduka

Ada banyak kejadian yang menyentak kita di tahun 2020 ini. Mulai dari dampak Covid-19 yang membuat tatanan kehidupan berubah total. Tidak berhenti di situ, di tengah kesulitan yang melanda, cobaan banjir juga terus terjadi di beberapa Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten. Dari banyaknya kejadian yang menimpa selama 2020 ini, kami, Rumah Dunia mengajak penulis/penyair di Banten untuk merefleksikan kejadian-kejadian selama satu tahun ini dalam bentuk puisi.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Pisang Goreng Relawan Rumah Dunia

Pagi yang indah. Biasanya Tias Tatanka menyuguhi saya sarapan jus atau nasi goreng dengan sedikit ratapan, “Please, Beb…” Tapi Jum’at pagi ini, 11 Desember 2020, saya yang baru saja memijit tombol “on”, mau melanjutkan penulisan novel Balada Si Roy: Spider, prekual di Bandung, sebelum Roy pindah ke Serang, Hilman Lemri muncul di jendela, “Sarapan, Mas…”

Hilman masuk ke ruang kerja saya lewat pintu rahasia. Dia membawa sepiring pisang goreng yang dibuatnya sendiri. Dia relawan Rumah Dunia yang sukses secara akademis, S2 FIKOM UNPAD Bandung. Setelah lulus sertifikasi editor, dia ditarik Firman Venayaksa jadi editor di Untirta Press.

Sekarang Hilman sedang merencanakan mencari tempat tinggal, memberikan kamarnya kepada relawan baru. Masya Allah, memang beda ya kalau yang udah punya rencana mau nikah mah. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Regenerasi Pemimpin di Rumah Dunia

Ketika Komunitas Rumah Dunia tumbuh pada 2002, saya dan Tias Tatanka berpikir, siapa nanti yang akan meneruskan? Regenerasi itu penting. Allah SWT mendengar doa saya. Dikirimlah Firman Venayaksa yang fresh from the oven, UPI Bandung. Saya sudah membaca namanya di mailing list Cybersastra. Pada 2005, Firman menggantikan saya sebagai Presiden Rumah Dunia hingga 2010. Kemudian diteruskan Ibnu Adam hingga 2015, lalu Ahmad Wayang sampai 2019, dan kini Abdul Salam ke 2025 nanti.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Relawan Rumah Dunia

Sudah seminggu ini, sejak 12 Juli 2020, di sela-sela mengajar novelbest seller di Kelas Menulis Gol A Gong secara online, saya rajin mengamati foto-foto di folder laptop saya. Ternyata banyak sekali orang tersenyum di foto-foto itu. Saya jadi senang mengamati orang tersenyum. Itu membuat saya bahagia juga.

Di foto ini, lihat! Kedua orang itu sedang tersenyum. Sebelah kiri  Rudi Rustiadi dan kanannya Hilman Lemri  – mereka relawan Komunitas Rumah Dunia . Mereka saya sebut “para kreator”, karena hampir tiap hari melakukan aktivitas yang kreatif.

Karir mereka di dunia kepenulisan, alhamdulillah, sudah menjanjikan. Kini Rudi bersama Abdul Salam dan Charlis Ridho mengelola akun YouTube Rumah Dunia TV dan Hilman ditransfer Firman Venayaksa ke Untirta Press.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Rumah Dunia dimulai di garasi rumah, pindah ke teras rumah pada 1998. Saat itu Tias Tatanka yang membacakan dongeng kepada 2 anak kami yang masih balita – Nabila Nurkhalishah (1 tahun) dan Gabriel masih di kandungan. Saya saat itu bolak-balik Serang – RCTI di Kebon Jeruk.

Tahun 2000 kami berhasil membebaskan tanah seluas 1000 m2 di halaman belakang rumah. Kami membangun pendopo di tengah kebun. Tias terus saja mendongeng kepada anak-anak kecil di kampung Ciloang sambil menyusui putra kedua, Gabriel Firmansyah. Saat itu suasananya lebih pada mendongeng dan bermain. Kami ingin Nabila dan Gabriel tumbuh di lingkungan literasi yang sehat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Vini, Vidi, Vici ala Jang Rudun

Taufik Hidayatullah datang dari Anyer dan jadipeserta Kelas Menulis Rumah Dunia pada 2016. Kemudian jadi relawan Komunitas Rumah Dunia . Dia saya ibaratkan Julius Caesar: vini, vidi, vici. Pada 2019 Opik – nama akrabnya, didapuk jadi maskot akun YouTube Rumah Dunia TV. bernama “Jang Rudun”.

Opik juga traveling ke Singapura dan Malaysia bersama Gong Traveling, menulis buku travel writing, mengasah kepekaan jurnalisnya dalam Gempa Literasi Jawa Barat September 2019 lalu. Dia juga siap menerima tantangan jadi Pimpinan Redaksi di  www.rumahduniaonline.wordpress.com . Lulus sarjana pada 2020 dan pulang kembali ke Anyer, membantu orangtuanya berjualan di Pasar Anyer.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5