Paul Goran bercerita, “Dengan mendokumentasikan banyak hal, kebudayaan yang ada di Flores Timur, saya pun jadi belajar banyak tentang kearifan lokal yang ada dan lestari bersama masyarakat.”
Paul Goran juga menjadi salah satu pegiat dokumenter yang rajin mendokumentasikan peristiwa budaya-religius Semana Santa.

Menurut pengakuannya, “Saya telah telah mendokumentasikan peristiwa tersebut sepanjang 25 tahun.”
Sungguh sebuah kegigihan yang patut untuk diapresiasi.
Sebelum pamit pulang, sambil menikmati kopi yang di buat Wanti – istri Paul Goran, saya menikmati karya-karyanya di Channel YouTube.

Semangat menjaga warisan budaya lewat rekam jejak digital memang patut diapresiasi serta diberikan penghargaan.
Akhir dari pertemuan ini, Paul Goran berharap kelak mampu membangun semacam museum digital karya anak-anak Lamaholot, agar generasi selanjutnya dapat melihat itu lebih jelas dan bermakna.

Ketika waktu mendekati maghrib, saya pamit pulang pada beliau.




