Hingga 2022 ini kegiatan literasi di Rumah Dunia terus berkembang. Kata, suara, rupa dan warna ditransformasikan ke jurnalistik, sastra, dan film. Buku-buku ditulis, diterbitkan dan dijual untuk menghidupi para relawan dan keberlangsungan Rumah Dunia.


Begitu juga sebagai Dewan Penasihat Forum Lingkar Pena bersama Helvy Tiana Rosa, Intan Savitri, Irfan Hidayatullah, Sinta Yudisial, Afifah Afra, Gege Mappangewa, Habiburrahman El Shirazy, Boim Le Bon hingga sekarang.

Kami tidak sekadar menulis tapi menyebarkan spirit “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”. Organisasi ini menyebarkannya hingga ke seantero dunia. Pelatihan menulis, menerbitkan buku, memproduksi film, bahkan terjun di kegiatan sosial di setiap bencana nasional. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa budaya membaca bangsa Indonesia itu rendah.

Pada 2010-2015 saya diamanahi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Indonesia oleh Kemdikbud RI. Saya mendatangi taman-taman bacaan mulai dari Sabang hingga Jayapura. Para pengelola TBM berlomba mengajak masyarakat membaca dan menulis.

Jadi sangat beralasan jika Drs. Muhammad Syarif Bando, MM sebagai Kepala Perpusnas RI (2016-2023) mengingatkan kita semua di setiap pidatonya, “Kita jangan terlena dengan penghakiman dunia luar bahwa budaya membaca kita rendah. Kita harus lawan itu. Itu tidak benar.”

Sekarang saya sebagai Duta Baca Indonesia periode 2021-2025 setiap saat menggelorakan: Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat” ke pelosok-pelosok di Indonesia bersama Perpusnas RI.




