Saya betul-betul terpesona melihat kerangka rumah adat itu yang terbuat dari kayu besi. Ya, ya. Sangat tinggi cita rasa seninya. Rumah adat ini membuat saya takjub karena memiliki ciri khas menara yang menjulang tinggi, mencapai 15–30 meter. “Semakin tinggi menara yang terbuat dari jerami itu, semakin tinggi status sosial pemilik rumahnya,” kata seorang staf Dinas Perpustakaan.

Sebelum pulang, beberapa anak mendatangi saya. Mereka bertanya, “Kenapa tangannya, Pak?” Akhirnya saya mengumpulkan mereka. Kami duduk di rumput. Saya bercerita tentang tangan saya. Kami berinteraksi. Saya beri hadiah buku kepada mereka. Sungguh hari yang menyenangkan.
Gol A Gong



