Traveling Sambil Main Badminton

Saya pernah 2 tahun menyusuri bumi Indonesia, 1985-87. Kota demi kota. Tidur di teras masjid, pos polisi, pasar, terminal, stasiun, pos ronda, bahkan di kantor-kantor instansi pemerintah seperti kelurahan atau kecamatan. Jika habis uang, saya datangi gedung-gedung olahraga di kampung. Saya tantang jagoannya. Mereka harus membayar saya.

Banyak orang tidak menduga, bahwa saya mahir bermain badminton. Mereka baru paham setelah saya tunjukkan foto-foto saat saya main badminton. Jika di Banten, pada 1980-an, untuk tingkat SMA, saya juara kedua. Juara pertama tangannya dua. Saat kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung, masuk 4 besar Kejuaraan antar kampus se-Bantdung, 1984. Jika untuk Asian Para Games, saya menyabet medali emas di Solo (1985) dan Jepang (1989).

Jadi saat traveling, aku tempelkan raket di ransel. Kalau kepepet kehabisan dana, aku ibarat samurai Musashi, mendatangi gedung-gedung olahraga, menantangi jagoan mereka. Tentu aku mengukur dulu kemampuan mereka. Rata-rata aku bisa mengantongi uang antara Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu untuk melanjutka perjalanan. Sungguh kenangan yang tidak bisa aku lupakan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==