Sebelum lanjut liburan ke pantai Pandan, kami menikmati hidangan gurame bakar yang disajikan keluarganya, dilanjut menghirup kopi racik biji asli gunung malang, kopi khas dari tanah Anyer.
Setelah makan siang, kami meluncur ke pantai Pandan. Untuk sampai lokasi sekira 45 km dari rumah pujaan hati, Jalanan lurus dan bagus, mudah diakses, ditambah senyapnya lalu lintas, Brio putih yang saya kendarai melesat.

Kami hanya menghabiskan waktu dua jam sampai di pantai Pandan. Selanjutnya untuk biasa menikmati keindahan pantai ini, membayar Rp. 20 ribu/orang, sudah termasuk parkir, tiket masuk, dan juga voucher yang bisa ditukar dengan makan atau minum.
Dari pintu masuk saya sudah dapat mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat. Semuanya serba pernik estetik yang membuat saya tidak sungkan untuk cepat memotret. Sensasi khas Bali sangat tertanam saat kami memasukinya. Kedai terpampang rapi, enak untuk disinggahi. kurang lebih terdapat enam kedai yang siap melayani kami, dan kami hanya cukup membayar dengan kertas yang diberikan penjaga pintu masuk. Jika ingin menambah menu, tentu harus memesan dan bayar lagi sesuai harga jual.

Pesona pantai ini memang menggoda, membawa hanyut para pengunjung yang menikmatinya, bahkan saya terbawa untuk berlama-lama di tempat wisata ini. Setelah mengitari sisi demi sisi, ternyata ada sebuah lahan yang dipersiapkan untuk para tamu yang ingin menikmati panorama malam, camp zone. Harga penyewaan tenda di tempat ini Rp 100 ribu, sedangkan untuk hitungan orang Rp 50 ribu.


