Untuk menentukan lokasi program, panitia sudah melakukan observasi kawasan. Beberapa daerah sudah dikunjungi, seperti Anyer, Cilegon, dan Cikeusal. “Ada beberapa hal yang perlu ditinjau, untuk kemudian mendapatkan lokasi yang nyaman, aman dan strategis,” jelas Hayati.

Cikeusal menjadi lokasi untuk melaksanakan program. Menurut Hayati dipengaruhi beberapa hal:

- Jarak lokasi penelitian tidak terlalu jauh dari kampus
- Mudah diakses oleh transportasi
- Kebutuhan air mencukupi untuk kegiatan sehari-hari
- Masyarakat menerima dengan baik, ramah dan senang.
- Lokasi sesuai dengan tujuan pengabdian

“Lokasi menentukan lancar atau tidaknya kita untuk melakukan kegiatan,” lanjut Hayati ketika sesi wawancara.
Ummil Husna (19) Cipocok, peserta dari Jurusan Hukum Keluarga Islam mengatakan, ia ikut program tersebut karena keinginan pribadi. “Saya ikut ini, sebagai ajang simulasi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Oh, nanti ternyata KKN juga begini, loh,” ujarnya.


